Kenapa Hanya Kebiri yang akan Menurunkan Angka Perkosaan?

 “Primordially our dicks are our manhood”

Kalimat blak-blakan yang disampaikan oleh penulis laki-laki di artikel ini http://thoughtcatalog.com/jason-motta/2015/03/what-do-men-really-think-about-sex-9-brutally-honest-dispatches-from-a-man/ kembali meyakinkan saya bahwa hukuman kebiri adalah satu-satunya hukuman yang akan membuat laki-laki “mikir” sebelum memperkosa perempuan, atau bahkan laki-laki lain.

Tahukah kamu bahwa 23% pria Asia mengaku pernah memperkosa? (sumber: http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/09/130910_asia_perkosaan). It’s really a Rape Crisis. Haruskah kita diam saja dan masih menyandarkan pada hukum yang tidak mampu mencegah kejahatan?Inilah saatnya kita harus berpikir dan melakukan sesuatu untuk bisa mendukung lahirnya sistem yang akan melindungi perempuan (bukan hanya anak-anak!) dan laki-laki dari kejahatan pemerkosaan.

Hukuman penjara sama sekali tidak akan “ngefek” buat laki-laki penjahat kelamin diluar sana. Kenapa? Karena itu tadi, “primordially, our dicks are our manhood”. Ketika melakukan kebiadaban itu, menyiksa, memperkosa (bahkan sering diakhiri dengan pembunuhan) perempuan atau laki-laki lemah, justru saat itulah mereka merasa sangat jantan. Satu poin buat manhood!

Disisi lain, apa yang bisa menahan mereka dari melakukan kejahatan itu? Takut dipenjara? Ah gile lu bro, masa gitu aja takut??

Hukuman penjara tidak akan menurunkan rasa maskulin alias kejantanan pria. Justru, pada banyak laki-laki ini malah meningkatkan ego maskulinitasnya. Tambah di penjara tambah jago (karena memang harus sok jago di penjara agar bisa survive), apalagi di dalam nanti bisa belajar berkreasi dengan penis, tambah maskulin dong! Haha, malah dua poin untuk manhood! (tentang berkreasi dengan penis ini silakan baca tesis saya https://thesis.eur.nl/pub/10858/)

Belum lagi fasilitas makan gratis, walaupun gak enak tetap aja puas, gak bayar ini. Mau makan enak gampang, sekali-sekali keluarga atau teman bisa bawain makanan enak. Butuh perempuan tinggal bayar (rahasia umum). Resiko apalagi yang harus membuat laki-laki takut untuk masuk penjara? Kehilangan kerjaan? Masa depan? Ah, kebanyakan pemerkosa ini sudah tidak punya apa-apa untuk ditakutkan kehilangan, nothing at stake!

Satu-satunya pertaruhan yang tidak akan dibiarkan kehilangan oleh laki-laki adalah sesuatu yang menurunkan maskulinitas itu sendiri. Sesuatu yang buat mereka sangat penting untuk dipertahankan yaitu kejantanan itu tadi. Hilangkan sesuatu yang dipersepsikan oleh mereka sendiri sebagai kejantanan itu, alias di kebiri.

Saya kutip dari Wikipedia Kebiri (disebut juga pengebirian atau kastrasi) adalah tindakan bedah dan atau menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina.

Percayalah, hukuman kebiri akan jauh menurunkan kasus perkosaan. Silakan disimak, alasan paling umum dari pemerkosaan menurut riset dalam artikel BBC diatas tadi adalah karena mereka merasa mempunyai hak untuk berhubungan seks dengan perempuan tanpa ijin (lagi-lagi, ini ego maskulinitas), alasan berikutnya untuk mencari hiburan/kesenangan dan menghilangkan bosan (egois banget), sebagai bentuk penghukuman atau membalas dendam, yang yang terakhir yang paling tidak umum adalah karena mabuk/alkohol. Berkaca dari alasan itu, setidaknya 80% dari pelaku masih akan sempat mikir sebelum melakukan pemerkosaan karena mereka tidak dalam kondisi mabuk.

Ini bukan semata tentang balas dendam seperti yang dikemukakan banyak penentang hukuman kebiri. Ini adalah tindak pencegahan, justru untuk melindungi laki-laki di sekitar kita dari godaan melakukan pemerkosaan ini. Hanya ini yang mereka takutkan. penjara, atau bahkan Tuhan, nomor sekian. Mereka harus melawan pikiran berbahaya tentang seks (melakukan perkosaan) dengan seks juga (konsekuensi akan kehilangan kejantanan). Ini baru fair, manhood dengan manhood.

Kalau saja pemerintah berani, silakan diuji coba selama setahun dan monitor berapa banyak kasus pemerkosaan yang akan muncul pada tahun diberlakukannya hukuman itu, saya yakin akan menurun drastis. Untuk yang berargumen, halahh, mana bisa… itu kan nggak ada di hukum Indonesia… Justru itu! Kita harus mendukung pemerintah memberlakukan hukuman kebiri bagi predator seksual (tapi jangan cuma untuk perlindungan anak, memangnya perempuan dewasa tidak perlu dilindungi?)

Kalau masih kekeh mau ngikutin hukum lama dan tidak mau merubah keadaan, sama saja dengan kelompok penentang aplikasi online, gak bisa move on, stand still forever… ya sudah, diam sajalah, ikutin aturan lama,  mungkin sampai kita menemukan teman, keluarga atau bahkan diri kita sendiri menjadi korban pemerkosaan.

*Tulisan ini dibuat sebagai solidaritas untuk Yuyun, korban pemerkosaan dan pembunuhan 14 pemuda di Bengkulu, dan perempuan-perempuan korban kejahatan seksual lainnya. Ladies, bagaimana kalau kita membuat petisi di Change.org untuk mendukung hukuman kebiri diterapkan di Indonesia?

 

 

 

 

Mengenal Lebih Dekat Sosok Syifa Andina, Ketua Yayasan Balita Sehat (FMCH Indonesia): Sang Insinyur PAUD

Edisi Hari Kartini 21 April 2016

Kemarin siang saya, Mbak Dina (panggilan akrab dari ketua Yayasanku, Syifa Andina), dan Pandu Yosomartono (pemilik House of Yosomartono) berbincang-bincang di sebuah restoran Aceh di kawasan Jakarta Pusat. Sebuah kesempatan yang sangat berharga buat saya mengenal dua sosok inspiratif ini. Lebih berharga lagi karena saya mendengar ‘skenario Tuhan’ hingga Mbak Dina masuk ke dunia development (alih-alih dunia komersial yang lebih sesuai dengan jurusan kuliahnya) dan akhirnya “terjerumus” menjadi Ketua Yayasan Balita Sehat. Mbak Dina ini menurutku sangat keren sehingga aku ingin menulis sesuatu tentangnya. Dia pintar, bijak, tegas, dengan pencapaian-pencapaian yang fenomenal menurutku di usianya yang masih muda.

IMG_1386

“Awalnya aku merasa sebel dan malas kuliah gara-gara dikekep di Aceh. Tadinya aku udah lulus di UGM tapi nggak diizinkan oleh orang tua karena aku anak pertama, perempuan lagi…

Tapi kemudian aku merasa bersyukur aku ada di Aceh, aku ada disana ketika Tsunami. Aku ingat, waktu itu aku bekerja ketika Tsunami karena satu tujuan, membantu satu teman yang kehilangan semua anggota keluarganya. Dia sebatang kara dan aku ingin membantunya.

Aku sendiri dan keluargaku sempat tinggal di pengungsian selama sebulan. Dari situ aku bersyukur merasakan semuanya, dan aku diberikan kesempatan untuk berkontribusi untuk membangun lagi, justru itu menjadi batu loncatan untuk menjadi seperti sekarang…”

Pekerjaan pertama yang didapatkan oleh Mbak Dina ketika itu adalah menjadi translator untuk sekelompok dokter dari Eropa. Dia menggunakan keterampilannya berbahasa Inggris, Indonesia dan Aceh untuk melakukan tugas tersebut. Dari situ, Mbak Dina mulai terlibat dan menyukai dunia development khususnya di bidang Pendidikan Anak Usia Dini.

Tahun 2006 Mbak Dina melamar dan mendapatkan posisi National Advisor for Early Childhood Education di Plan Indonesia. Banyak orang pada awalnya meragukan kemampuannya karena umur yang masih sangat muda waktu itu (sekitar 23 tahun), namun dia berhasil membuktikan bahwa mereka yang sudah memilih itu tidak salah pilih.

Sejak tahun 2010 Mbak Dina memulai karier sebagai konsultan independen. Pemikiran-pemikirannya diterima baik di dunia LSM maupun di pemerintahan. Ia mengembangkan modul untuk pemerintah RI, World Bank, NGO internasional di Indonesia, bahkan NGO internasional diluar negeri. Saya sendiri sudah dua kali membantu Mbak Dina (secara professional alias dibayar :p) membuatkan video-video untuk presentasi pekerjaan konsultannya yang dua-duanya adalah untuk pekerjaan di luar negeri (satu di Timor Leste dan satu lagi di Kamboja).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gaya Mbak Dina saat memberikan training kepada guru PAUD

“Aku ketemu YBS (yang membawa hingga ke posisi Ketua saat ini) pertama kali tahun 2013 saat aku menawarkan jadi volunteer untuk mengembangkan strategic planning YBS. Cerita punya cerita, Febri berkeluh kesah tentang situasi sulit di yayasan, akte notaris dll… mereka butuh Ketua yang orang Indonesia karena sulit untuk punya ketua ekspatriat. Aku kasi ide pinjem KTP orang Indonesia saja, eehh akhirnya mereka malah mendekati aku untuk pinjem KTP, hahaha… tapi aku nggak mau, kalau aku jadi Ketua, ya aku harus ambil tanggung jawabnya. Nggak bisa cuma taro nama saja…

Aku inget banget, waktu aku presentasi skripsiku, aku udah kerja di NGO. Dosenku tanya, kamu ini teknik kimia, ngapain kerja di NGO.. apa yang mau kamu lakukan? Akhirnya aku menjawab spontan… saya ini punya knowledge tentang industri, dan saya punya experience di social work, cita-cita saya ini pak, dalam 10 tahun paling tidak saya ingin bisa menggaet orang-orang di industri untuk bisa lebih peduli pada masalah sosial. Nah akhirnya waktu YBS memintaku menjadi ketua ini, aku ingat mereka punya HERproject, mereka mengedukasi tentang kesehatan untuk pekerja perempuan di pabrik-pabrik. Kupikir ini jalan Tuhan… aku bisa memenuhi cita-citaku…

Walaupun aku nggak bersentuhan langsung dengan ibu dan anak beneficiaries yayasan, aku bisa memberikan ide-ide, memotivasi staf, memberikan sistem kerja yang lebih baik… Aku membantu YBS di hal-hal bersifat managerial, sistem HR, memberi input program… Aku melihat yayasan ini potensinya besar… Aku senang, ini dinilai rupiah tidak ada apa-apanya, tapi kepuasan! Ini kesempatan yang setiap nggak setiap orang bisa dapat… ketika kesempatan itu dibuka, kita merasa hidup lebih berarti.”

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Penyerahan hadiah Jalan Sehat oleh Mbak Dina dalam rangka Hari Gizi Nasional

Pandu bilang, itu seperti Pop-up message dari Tuhan. Ketika kita berhadapan dengan sesuatu, kita teringat atau terpikir akan sesuatu yang membuat kita memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang baik. Apapun itu, saya merasa sangat bersyukur karena Allah SWT mengirimkan Sang Insinyur PAUD, perempuan Aceh hasil Tsunami ini untuk kami di Yayasan Balita Sehat.

*Pagi ini aku bangun jam 3.30 subuh dan nggak bisa tidur lagi, akhirnya memutuskan untuk menulis ini, dan kelar hanya dalam waktu 1 jam. Tulisan pertama setelah berbulan-bulan nggak nulis. Tulisan lain tentang sosok inspiratif setelah pada Agustus 2014 aku menuliskan tentang dua sahabat inspiratifku. How much I love it, menulis tentang pribadi-pribadi yang menginspirasi. Target berikutnya, menulis tentang Pandu Yosomartono, desainer ‘gila’ yang baik hati.

Kejutan dari Fukusuke

“Tau nggak, aku ngerasa datang ke pabrik ini kayak gift buat ulang tahunku”, sambil senyum-senyum aku berbisik pada temanku Siti sembari kami menikmati makan siang yang disajikan oleh pabrik tidak lama begitu kami datang. Ini adalah kali pertama bagiku dan Siti berkunjung ke Pabrik Jepang PT. Fukusuke Kogyo di Cikarang, Bekasi. Pemandangan bersih dan rapi langsung tersaji ketika kami menginjakkan kaki ke pabrik ini. Lebih terkesan lagi, aula yang dijadikan tempat berkumpul kami siang itu adalah lapangan badminton indoor yang disulap menjadi tempat acara yang keren. Ruangan itu terang namun tidak panas, nyaman sekali. Tikar yang digelar sudah dipadati oleh peserta yang siap untuk mendengarkan sharing-sharingku. Di bagian depan lebih wah lagi. Panggung dengan backdrop Haram Keliling Dunia, sofa, dan peralatan musik lengkap mejeng di depan. Aku merasa sangat senang dengan persiapan panitia yang sematang ini. Aku bilang sama Siti, sering kali aku harus bersusah payah menemukan tempat acara. Kali ini aku dijemput dan menemukan acara yang seakan-akan dibuat khusus buatku. Siti pun setuju denganku dan kami tertawa gembira karenanya.

Setengah jam setelah makan dan sholat, kami memulai kegiatan. Antusiasme peserta sudah terlihat dari awal. Bahkan 100% mengaku sudah pernah membaca buku Haram Keliling Dunia! Mantap!!! PT. Fukusuke memang mewajibkan karyawan barunya untuk membaca 3 dari 5 judul buku yang disiapkan dalam 3 bulan, dan buku HKD termasuk ke dalam salah satu judul yang diminati karyawan. Pabrik ini menyediakan setidaknya 20 buku HKD untuk dibaca secara bergilir oleh para karyawan. Luar biasa kan? setelah sharing tentang tips-tips penulisan, peserta menuliskan cerita mereka dalam waktu sekitar 15 menit untuk kemudian aku berikan saran untuk perbaikan. Beberapa tulisan kami pilih untuk dibacakan di depan, menarik sekali mendengarkan dan membaca cerita-cerita mereka.

65065_10153097116981252_107573393236875797_n

10991272_10204235888712162_8692806393940822541_n

11009164_10204235888112147_6375670946461619521_n

B94NNpcCcAIsKDo

B94NTXACMAA7sMh

Setelah sekitar 2,5 jam memfasilitasi kegiatan sharing tentang travelling dan belajar menulis, kami memutuskan untuk break sedikit lebih awal. Sambil peserta break, kami melakukan review pada tulisan-tulisan singkat yang telah dikumpulkan oleh para peserta. Hampir setengah jam berlalu, peserta tetap duduk-duduk di tikar sambil mendengarkan hiburan dari pemain band keren PT. Fukusuke. Aku dan Siti sibuk membaca sekitar empat puluh tulisan dan mereview secara cepat hingga kejadian menggemparkan itu tiba…

Beberapa cowok berkaos olahraga dan membawa perlengkapan badminton datang menemui kami, dan panitia tentunya. Tak kusangka, mereka melancarkan protes karena ternyata event ini mengganggu jadwal permainan dan kompetisi mereka. Protes berlangsung cukup keras, perdebatan terjadi. “Gimana dong, Pak, ini pemain sudah banyak yang menunggu di bawah. Acara ini udah terlalu lama!”, mas-mas berbadan besar terlihat tidak terima dengan event yang sedang berlangsung. Sementara penanggung jawab dari pihak panitia, Pak Marta, mulai terpancing emosi. “Iya, tapi ini udah dikoordinasikan. Hari ini lapangan ini punya gue!” Beberapa ibu juga beraksi melindungi event kami, ada yang membela bahwa event ini sudah sah, ada juga yang mengajak para pemuda itu untuk bicara diluar.

Waduh, kok tiba-tiba event yang mulus dan menakjubkan berubah menjadi genting… Aku ingin mencari win-win solution saja, jadi langsung nyeletuk “ya sudah mas, bisa nunggu sampai jam berapa?”, maksudku biar kami percepat saja acaranya. Tapi panitia menolak dan memintaku menyerahkan urusan ini ke mereka. Aku setuju, toh disini aku hanya tamu, pikirku. Sementara itu, pemain band tetap diminta meneruskan lagu-lagunya, yang ini agak membuatku bingung, kenapa mereka terus nyanyi, padahal sudah lewat dari waktu yang direncanakan dan semestinya aku sudah bisa masuk dan cepat-cepat menyelesaikan materi, namun katanya mereka masih harus nyanyi 2 lagu lagi!

Ya sudahlah, aku dan Siti mencoba kembali berkonsentrasi pada deretan tulisan yang meminta untuk dikomentari. Kulihat pintu gedung sudah tertutup. Aman, batinku. Ehh nggak berapa lama, si mas-mas berbadan subur datang lagi, lengkap dengan bala tentaranya, dan yang lebih error lagi, mereka bawa net dan mulai maksa untuk memasang net hingga ngusir-ngusirin peserta! Gubraggg… Ya Allah, baru pernah dalam sejarah aku ngisi acara, endingnya kacrut begini,  sesalku. Tim atlet itu kian agresif mendesak kami menutup acara saat itu juga. “Mbak kan tadi katanya sudah bisa cepat selesai, udah dong… udah dari tadi juga!” kata mas-mas yang agak kurusan. Aku minta waktu sampai jam 5, tapi mereka malah minta aku melakukannya di kantin, atau besok aja lagi! Haduuuhh… tuh mas-mas dengan bapak-bapak panitia udah kayak mau berantem beneran di dekat mejaku, aku udah deg-degan. Mati nih kalo sampe mereka pukul-pukulan di depanku.

Walaupun mencoba untuk tetap cool, mukaku mungkin sudah tegang sekali, hingga mas-mas atlet itu tiba-tiba pada menyalamiku dan bilang “maaf ya mba..” Aku bengong, hingga tersadar pemain band sudah menyanyikan lagu Jamrud “Hari ini.. hari yang kutunggu… bertambah satu tahun, usiamu.. bahagialah slaluuu…” Lalu dari sisi kiri ada yang membawa kue tart. ASTAGAAAAAA aku dikerjaiiinnnnn!!! Sontak aku dan Siti ketawa gak habis pikir dengan drama yang baru saja berlangsung. Aksi yang benar-benar sempurna, pelaku drama menjalankan perannya dengan sangat baik. Peserta yang tadinya ikut bingung karena diusir-usirin ikut-ikutan heboh merayakan ulang tahunku yang sebenarnya sudah dari 2 hari yang lalu. Aku diminta ke tengah-tengah untuk meniup lilin dan memotong kuenya sambil diiringi lagu ulang tahun.

B94NDZGCEAAR7JF

11008977_900245586673400_1527214317_n

B94OPFsCMAEcyo9-2

Sungguh aku nggak nyangka, dikerjain orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. kalau misalnya dikerjain sama teman-teman kantor atau sekolah pasti sudah biasa. Lha ini, semuanya baru kutemui pada hari itu, dan kejadiannya pas diletakkan ditengah-tengah aku serius menjadi pemateri. Betapa aku merasa dihargai dan disayangi, so sweet pokoknya🙂 Salut banget dengan apresiasi yang ditunjukkan oleh para karyawan-karyawati PT. Fukusuke ini. Diujung acara, kami berfoto dengan gaya-gaya gokil sampai cape aku nyengir hampir 1 jam, hehehe… Dalam perjalanan pulang, tak henti-henti aku dan Siti membahas kejadian ini. Kalimat yang kuucapkan diawal, bahwa datangnya aku kesini adalah gift untuk ulang tahunku, ternyata tak cukup hanya disitu. Gift yang sebenarnya sudah dipersiapkan oleh tim acara yang super kreatif dan sukses untuk masuk dalam list perayaan ulang tahun yang paling spesial dan berkesan dalam hidupku!

Jakarta, 16 Februari 2015

PS: Terima kasih PT. Fukusuke Kogyo, karyawan-karyawan hebatnya, dan Pak Sigit Sang Pemimpin yang menambah istimewa hari itu dengan sharing visi manajemennya yang ‘people-oriented’ (bukan ‘money-oriented’). Saya sangat-sangat terkesan, layanannya ‘paripurna’, dari dijemput sampai pulang excellent!🙂

Dan ini videonya saat niup lilin, thank you guys!!!😀

#ZeroRate for My Birthday

Ulang tahun saya ke 30 tahun 2014 kemarin, saya membagikan 30 buku Haram Keliling Dunia gratis!

Menjelang ulang tahun berikutnya bulan Februari ini, saya ingin membuat 13 event ‪#‎ZeroRate‬ bersama pembaca HKD. Kalau kamu ingin mengundang saya untuk berbagi di sekolah, kantor atau komunitasmu, silakan kirim ke haramkelilingdunia@gmail.com. Nggak perlu mikirin rate pembicara, yang penting disiapin transportasi aja buat kesana. Makin ramai atau makin unik, makin besar kemungkinan terpilih!

author

Event pertama yang sudah dalam list saya: 15 Februari – Pabrik Fukusuke Kogyo di Cikarang Bekasi, target audiens: 50 karyawan pabrik. Pabrik ini menyediakan banyak buku Haram Keliling Dunia di Perpus mereka, keren kan?

Who’s next?

Pembaca HKD Menyapa di Facebook

Beberapa hari yang lalu iseng-iseng saya mengumpulkan komentar para pembaca HKD yang bela-belain ngirim message melalui Facebook saya. Mungkin ada yang terlewat, tapi yang ini yang berhasil saya kumpulkan.

Membaca respon-respon ini menyemangati saya untuk bisa menghasilkan karya baru. Betapa tidak, jarang sekali kita memberikan feedback langsung ke penulis buku kecuali kita benar-benar menyukai buku tersebut. Dan saya berbangga hati, banyak orang yang sama sekali tidak kenal secara pribadi dengan saya, namun menyempatkan diri menyapa saya dan memberikan apresiasi mereka pada buku HKD.

Untuk semuanya, saya haturkan terima kasih… (apabila ada yang kurang berkenan chat nya saya copy ke tulisan ini, silakan hubungi saya ya…). Masih ada banyak yang mengirimkan apresiasi lewat email dan twitter, tapi belum dikumpulin🙂 Luv u all!

Having fun with HKD

HKD Readers

Astutiana M. Salam. Mba Ibu baru selesai baca novelnya wah seru habisnya. Ibu seakan kembali muda mengikuti perjalannmu. Itu mimpi ibu banget yang keturutan baru sampai Berhaji, Turki, Kuala Lumpur dan Singapura.. Doakan anak ibu yang sekarang klas 12 di MAN IC Cendikia Serpong bisa mengikuti jejakmu ya.. Happy Sunday. Ditunggu karya lainnya..nama blognya sama ya..nanti Ibu ke TKP deh. Salam Hangat dari saya.

Tary Lestari Salam. Mbak febri aku mendapatkan bukumu kemarin sbg kado ultahku dan aku jatuh cinta saat membacanya yg habis dalam sesiang saja. Aku suka traveling juga meskipun baru di asia tapi selalu penakut dg jilbabku. Membaca bukumu aku jadi bertekad nggak takut lagi. Heheeh makasih ya dan salam kenal.

Heryati Herbie – Rangkas Bitung Aku suka buku HKD…Yg d buat ukhti, kagum euy ma ukhti. Baca’a d perpus sk0lah,,,alhmdulilh jdi org prtma yg baca d sk0lah,tpi tmn2 bilang kta’a buku’a trlalu tebal jdi mlez bca’a,,.. guruku jga bilang buku’a bgus bgt,sprti kbwa dlm crita ukhti. Aku jga suka bangeeeeeeeeeeeeeet. aku sk0lah d smp 09 rangkasbitung,barangkali ukhti mw mempr0mosikan buku HKD d sk0lhku…. jdi kpengn kya ukhti dech…hbt euy. Ukhti msuk dlm  m0tivator sya untk mraih cita2. hehe,mf nich curht dkit.

Zali Aoyama Makasih konfirmasi nya ka’. . . Kaka yg menulis buku “haram keliling dunia” kan. . ? ? Saya suka cerita kaka. Klo saya baca ,seperti ada kaka yg langsung cerita di dpan $aya. . Saya sekolah di pondok pesantren ka.

Lulu Al Ghazali Aku ngefans banget sama kaka ! aku harap suatu hari aku bisa ketemu kaka dan tanya banyak hal. Rumah saya di Lampung ka, tapi sekarang lagi sekolah SMA dan belajar di pesantren jawa timur.. Baca diperpus sekolah ka  tadi nya sih agak ga setuju ama judul bukunya soalnya saya juga punya mimpi aroun the world, tapi eh… setelah baca isinya malah kayak gitu.. hemmmb keren banget

Dian Mentari Alam Salam kenal mbak febri….ternyata anda penulis haram keliling dunia ya…saya sdh finish bacanya dan surprise jg ternyata sobatnya Nadya Karimasari dan Ratri Ciptaningtyas. Bukumu sangat inspiratif…ringan dan siippp deh

Yuni Astriyanii – Makassar AssalamuAlaikum,kak febri…sy sangat terkesan dengan buku Kakak…sangat inspiratif…mudah2an sy bisa travelling ke eropa seperti kakak Edrida Pulungan assalamu alaikum wr.wb. semoga sehat selalu. selamat ya atas bukunya. Semoga bisa bersua dengan penulis hebat

Mambaus Saadah S Mbaak, suka sama Haram Keliling Dunianya, kereenn ^^ pengen kayak mbaak

Faza Az-Zahro Sy reader u’re book nama sy faza sntri d PP An-Nur 1 putri. Amin.. Iy kak, bxk bgt yg pnjem buku.na cz inspiratif bwt q-ta yg msh school tw mw kuliah..:-):-D

Nuny Nurnaningsih – Sulawesi Selatan mbak … baruu kali ini saya bisa komunikasi dengan penulis hehee.. kmrin ada beberapa di ajak komunikasi tapi susah. Maksii yahh mbak… alhamdulillah bukunya jg msuk di perpustakaan ponpes tmpat sy SMA dulu mbak.. jdi santri2 pada baca. Dan merka bilng.. inii kereeenn .. gak bosan bacanya mbk.. Sy mbk.. yg pmlas mmbca tiba2 jdi kutu buku krn sdh dpt bnyk motivasi dri dlam.

Nuerul Nhasha Khasanah – Lubuk Linggau Hi kk  Salam kenal… Trims udh konfirmasi .. Aku lg baca buku kk yg HKD .. Waaah super inspiring. Baru kali ini aku baca tulisan ttg traveling tp gak ngebosenin. Judulny sih awalnya buat bgung. Tp itulah yg jdi daya trik trsendiri.  Aku jg salut bgt sm kk yg prcya pd impian kk…

St. Aisyah Rohmalia Assalamu’alaikum.  Wow… very awesome kak febri aku dah baca bukunya kpan” ke eropa bareng aku ea hehehehe…

Aruna Jauharil Mbak febri, trima kasih atas konfirmnya ya. sebelumnya salam kenal.. Saya sangat mengagumi buku yang mbak keluarkan. bukunya seru banget.. Aku aja dikasih tahu sma temanku  tentang buku ini, dan ternyata cocok banget sama aku yang suka jalan”. berkarya terus ya kaak..  Ditunggu karya selanjutnya lho

Jenita Prahesti – Tangerang Pagi ka. Akau salah satu pembaca buku haram keliling dunia. Bukunya keren ka.. bikin aku ngiri. Iya ka sama”. Aku juga semenjak baca buku itu aku ada semangat.. aku juga bisa kaya kk .. gada yg ga mungkin d dunia ini kalo kita mau usaha ya ga ka ?heheh ;p

Irma Aprilla Mksih mba . . buku’y bgus loh. ya mba itu jga gntian . . Bca buku itu srasa ikut”an keliling dunia . . heee… ditunggu edisi slanjut’y

Hikma Nurul Izza Kak saya mau beli buku Haram keliling dunia tapi di gramedia solo habis kak, mau buat kado. sukses terus kak enefwe ! trus menginspirasi

Hayatun Nusrah – Banjarmasin Assalamu’alaikum.  Ka buku haram keliling dunia crta y bgus bngttt, pko y amazing dh. Hehehe. .crta y itu loh ka seru bngtt,, ak ngakak ka pas mbca nasi item yg gosong. ak pembca setia HKD pnya kaka

Fildzah Izzazi Achmadi – Jogja Assalamu’alaikum. Perkenalkan saya izza, mbak. hehe. salam kenal . saya sk bgt baca haram keliling dunia

Nito Gipti Makasih mbak sudah di add balik.. nice to read your book, and of course nice to meet you..(walaupun lewat fb.. ) thanks mbak.. InsyaAllah mbak.., ini beberapa orang disekitar saya juga sudah baca HKD. Mereka senang baca bukunya.. ditunggu buku berikutnya ya mbak..

Try Astuty Assalamu’alaikum.. Slmt siang mb,sya Try.slah 1 org yg ngiri saat baca bku’y mb “Haram keliling dunia”..bz kren bgett krn bdoa d’tanah suci haram jdi kcapean smua mimpi’y..bza jlajah bgian dunia eropa woww swiss,paris,inggris hm smua’y krenn… Jdi pgen deh cpet2 nbug byar + byak rezeki wt k’mekah jdi bza kya mb Febri bza wjud kn mimpi n cita2’y.. Good luck ea mb wt bku n wt yg lain’y…

Tri Julia Sari Kak febriii….. buku haram keliling dunia kereeeeennnnn bgt. kadang bsa ketawa sendiri bacanya haha. jadi tambah semangaaattt buat keliling dunia

Hana Lestari Ismail Assalamuallaikum ka ini aku hana temenNa mas Herry salam kenal yah… huhhh suka bgt sama bukuNa kereen

Dara Agusti Maulidya – Pontianak Assalamu’alaykum kak! salam backpacker dari pontianak! apa kabar kak? Waktu itu saya ke gramed mba, rencananya mau baca buku mba trinity. jadi, pergilah saya ke rak buku2 traveling. sesampainya disana, hatiku langsung tertaut ke bukumu, mba  (tapi blm beli bukunya, baru dibaca aja di gramed, udh hampir khatam). kalau mau sharing atau bedah buku di pontianak, jgn lupa hubungi saya ya mba. saya anggota komunitas backpacker dunia kalimantan barat, jadi ntar bisa saya publikasikan ke teman2 backpacker

Ika Nur Fitriani Mbak febri keren  waktu pinjem buku yang dibeli temen pas liat poto2nya jadi bayangin klo yang difoto itu aku…. besok klo udah ada uang wajib beli bukunya dah…

Melyana Vermillion – Singkawang Pagi Mbak Nur. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Karna berkat buku yg mbak tlis ini,HKD,sungguh luar biasa krn telah memotivasi dan membangkitkan semangat saya yg telah lama hilang. Dari dulu saya sgt ingin bs studi k luar negeri. Tp krn terkendala biaya,jd saya tdk trlalu bersemangat lg mengejar impian saya. Cita2 pengen keliling dunia sejak kecil,jg hampir kulupakan. Mgkin karna merasa tdk ada kesempatan dan finansial yg pas pas an gt. Tp stelah saya bc buku karangan mbak,saya merasa termotivasi kembali. Semangat mbak nur itu terasa bgt lewat buku HKD. Saya bc nya sampai ga bs brhenti. Mau nya langsung bc sampai hbis. Rasany sgt seru gt,dan saya merasa seperti ikut dlam perjalanan mbak. Skrg saya teringat kembali semua impian saya yg sejak kecil. Dari buku HKD,byk hal yg bs saya pelajari. Dari semangat mbak,pantang menyerah,dll. Saya jd yakin kalo saya mau dan berusaha,saya jg bisa mewujudkan impian saya.

Umrah dengan 1 Juta Rupiah

Mungkin gak ya umrah dalam usia muda? Tapi kan nggak punya uang belasan juta rupiah? Nabung gimana caranya supaya disiplin ya?

Nahh, kebetulan saya baru menemukan sebuah program dimana kita bisa berumrah dengan uang 1 juta rupiah. Menurut saya, program yang memadukan antara ibadah dengan finansial ini sangat menarik. Jadi saya telah menabung uang 1 juta rupiah untuk DP saya atau siapapun nanti pergi umrah. Kemudian per bulannya, saya akan menabung sebanyak 450 ribu selama 40 bulan. Insyaallah nggak berat, dan sekitar 3 tahun lagi, bisa umrah. Mantap kan?

Lebih mantap lagi adalah solusi yang ditawarkan agar tabungan 450 ribu itu tidak memberatkan. Solusi yang ditawarkan PT. Solusi Balad Lumampah (Cek websitenya di http://www.solusibaladlumampah.com) adalah bahwa dengan mengajak teman atau kerabat atau siapapun kenalan kita untuk menabung umroh, kita akan mendapatkan bonus sponsor/komisi sebesar 400 ribu. Kalau ada lebih dari 1 orang yang tertarik gimana? Akan dipotong 450rb dulu untuk tabungan umrahmu, lalu sisanya dikirim ke rekening kamu! Gak cuma itu, ada juga reward-reward lain dalam marketing plannya, diluar yang 400rb itu. Wow lumayan banget ya!

Saya menceritakan ketertarikan saya akan program ini karena insyaallah menawarkan solusi untuk pergi umroh buat anak-anak muda tanpa memberatkan, dan bahkan ada potensi penghasilan yang besar apabila banyak teman yang tertarik untuk umroh bersama PT. Solusi Balad Lumampah. Perusahaan ini memang belum terlalu lama berdiri (sejak 2012), namun hasil observasi saya memperlihatkan perusahaan ini cukup bisa dipercaya. Rekomendasi dari orang terkenal seperti Ust. Zacky Mirza dan motivator Febry Fadly, serta cukup banyak video di Youtube dan foto-foto di Facebook yang memperlihatkan orang-orang di belakang SBL tanpa ditutup-tutupi, dan dari wajah-wajahnya insyaallah orang baik-baik. Selain itu mekanisme dan marketing plannya masuk akal, sehingga saya memutuskan untuk merencanakan umrah bersama PT. SBL.

Buat teman-teman yang ingin merencanakan umrah dari jauh-jauh hari coba klik link ini, putar videonya dan temukan panggilanmu. http://www.sblnusantara.com/nur/

“Allah memampukan hambanya yang terpanggil, bukan memanggil hambanya yang mampu.”

Mari mulai umrah dengan menabung 1 juta rupiah, insyaallah bisa!

Salam haram,
Nur Febriani Wardi

Edit Video, Boleh Kakak…???

Hai,

Berapa foto yang sudah kamu jepret dengan smartphonemu?
Berapa video yang sudah kamu abadikan dengan kameramu?
Pernahkah foto-foto itu dicetak dalam photobook agar lebih rapi dan mudah dilihat?
Pernahkan video-video itu kamu edit supaya lebih terdokumentasi dengan rapi dan sedap ditonton?

Pasti kamu punya ratusan bahkan ribuan foto yang terpendam begitu saja di hp mu atau di kamera kantormu. Begitu juga dengan video-video yang nongkrong menunggu waktu untuk di upload ke youtube atau di share di media sosial. Tapi sharing video tanpa diedit pasti ribet karena kita punya beberapa file yang terpisah. Ya, seharusnya video diedit dulu agar singkat, padat dan jelas🙂 Namun, tidak setiap orang punya skill dan waktu untuk edit video ini.

Nah, apabila kedepan ada teman yang secara pribadi ataupun mungkin kantornya butuh bantuan edit video untuk company profile, proposal, laporan kegiatan, atau untuk keperluan pribadi,misalnya ngasi hadiah anniversary ke pasangan, bahkan menyampaikan protes ke pasangan (kadang gak bisa ngomong langsung, nah utarakan ide dengan video adalah cara yang unik dan mungkin malah lebih menyentuh!) bisa hubungi saya ya…

Saya biasa menggunakan iMovie dan Video Scribe untuk membuat video. Jasa saya juga sudah digunakan oleh konsultan Plan (NGO Internasional yang bekerja untuk hak anak) untuk project di Timor Leste dan Cambodia.

Berikut contoh video yang sudah saya buat:

Video Scribe Happy New Year dari Yayasan Balita Sehat

Video HERproject Indonesia

Video ECCD Plan Timor Leste
Tidak ditampilkan (terkait isu child protection) namun bisa hubungi saya jika relevan

Video ECCD Plan Cambodia
Tidak ditampilkan (terkait isu child protection) namun bisa hubungi saya jika relevan

Video Pribadi, Promosi Buku Haram Keliling Dunia

Video Pribadi, Kunjungan ke Netherlands Red Cross

Video Scribe Pribadi, Ide Social Entrepreneurship

Harganya gimana? bisa diatur, tergantung kesulitan pembuatan video dan waktu penyelesaiannya.
Berminat? kontak saya di n.febriani@gmail.com atau call/whatsapp 0812.8020.7713
So, edit video, boleh kakak…??? *ala penjaga toko di Tanah Abang dan PGC😀

Terima kasih!

Salam,
Febri

Homestay in Singkawang? Call me!

Dua bulan lagi event Imlek dan Cap Go Meh yang menyedot ribuan turis lokal dan internasional ke Kota Singkawang akan tiba. Seperti biasa, hotel-hotel akan full booked dengan cepat. Backpacker kelabakan nyari penginapan. Untuk itulah, setahun yang lalu saya mulai mempromosikan rumah orang tua saya untuk menjadi homestay. Rumah saya punya setidaknya dua kamar yang sering kosong, karena saya dan adik tidak tinggal di rumah, hanya pulang sesekali ketika liburan. Berikut penampakan rumah homestay kami… Rumah ini di tengah Kota Singkawang, di pemukiman yang cukup ramai sehingga anda bisa merasakan langsung kehidupan keluarga yang mayoritas dari etnis Melayu, namun ada juga dari Dayak, Cina, serta pendatang yang telah menyatu disana. Rumah ini sudah cukup tua -dari tahun 1980an, namun sangat asri dengan pepohonan dan bunga-bunga (hobi emak saya! :p) IMG-20131202-WA000 Tahun lalu saya mendapatkan beberapa request, tapi yang jadi akhirnya 1 penyewa. Solo traveller yang mengejar pengalaman melihat langsung atraksi Tatung dan juga mempelajari tentang Kesultanan Sambas ini menginap selama 3 malam di rumah saya. Hasil eksplorasinya seperti apa? Baca tulisan serunya disini:

http://bungaharry.blogspot.com/search/label/My%20adventure%20to%20%20Singkawang%20-%20West%20Kalimantan

Sebagai penyewa pertama, saya meminta Mbak Onny, Solo Traveler ini, untuk memberikan testimoni. Begini katanya: “Saya merasa seperti di rumah sendiri selama disana, seperti berkunjung ke rumah saudara yang sudah lama tak pernah saya datangi. Soal harga sangatlah murah jika saya harus menginap di hotel atau penginapan yang tentu saja harganya sudah selangit jauh dari jangkauan untuk kantong backpacker seperti saya. Penginapan atau hotel sebulan sebelum acara sudah full book dan harganya bsa 2x lipat dari harga standart. Beruntung saya membaca posting di sebuah blog yang pemilik blognya merelakan kamar pribadinya untuk ditempati bagi traveler yang kesulitan mencari penginapan di saat acara Cap Go Meh. Jika ingin dekat serta merasakan kehidupan penduduk Singkawang yang beraneka ragam etnik salah satunya orang Melayu ga salah untuk mencoba, ga rugi kok. Soal transportasi tidak terlalu sulit dan kalau mau bisa sewa motor.”

Nah? Ingin liburan ke Kota Singkawang untuk melihat acara Cap Go Meh, mencicipi kuliner Bubur Pedas, atau mendatangi Pulau Simping -Pulau Terkecil di Dunia, dan butuh penginapan? Fasilitas yang ditawarkan: Bed and Breakfast alias kamar plus sarapan Need Homestay in Singkawang? SMS/Whatsapp 0812.8020.7713

Update Testimoni dari Mario Andreas Tentero yang menginap 8 Januari 2015:

“Thanks ya udah diijinin singgah di rumah yang nyaman dan keluarga yang baik. Serasa lagi gak ngetrip klo lagi di rumah sana.”

Baca juga tulisan saya https://haramkelilingdunia.wordpress.com/2013/01/27/singkawang-dan-cap-go-meh/ dan https://haramkelilingdunia.wordpress.com/2012/11/25/my-amazing-plan-organizing-a-cultural-trip-to-west-borneo/ Enjoy Singkawang! NFW

My Social Entrepreneurship Idea: I can’t swim, can you?

Interested in Social Entrepreneurship?

Click here for my business idea via Video Scribe

I started with the video. Now I want to share you the story…

I born and grew in Singkawang, a small nice city situated in an island where Kapuas River, the longest river in Indonesia is located, West Borneo. The river is one of the longest river in the world with a total length of 1143 km.

Although it is located in a province that is famous with its rivers, I did not find any place to learn swimming. No free or affordable public swimming pool in the city, I know only 3 (now, it was only one when I was kid) and they are quite expensive. The river in the city, they’re dirty, so much polluted. Some boys might be more brave, they could go to a gully/small canal with friends and try to swim there. But girls like me, we never been so adventurous. Furthermore, my parent didn’t put swimming as a priority (seeing it more as a recreation rather than life skill); they chose to buy food and books for me and my 6 brothers and sister instead of brought me to a further place where I could swim. Interestingly, I didn’t get any swimming class from kindergarten to senior high school. Not even once, as I remember.

In 2001, I moved to Depok (Greater Jakarta) for my university study. Till then, I grew up without knowing that swimming is an important life skill. I once had an accident felt from rubber boat when I did rafting for the first time, I thought I was going to die because I could not swim, luckily not, I survived! (Of course! who would swim on that extreme stream and rocky situation?). After that, I tried to learn swimming with my friend, but I didn’t manage. It was irregular and I had to many worries -that’s why it is so much better to learn when you’re very young.

Let’s start with my social enterprise dream!

I own a piece of land 10 m x 24 m beside of my parent house. I want to build a swimming pool. The pool will be a great option for children and adults to swim in a closer area with affordable price, AND provide free swimming class for girls (girls from middle-low-income families are my priority, but not deny the opportunity for boys too).

The swimming teachers will be mostly based on voluntarily basis, encouraging teenagers/young people to build their voluntary sense in earlier age. The money from the commercial swimming charges will be shared for paying the operational costs, saving, dividend and cost of the social activities.

You, my supporters, can always swim there for free!😀

To make a nice swimming pool, I’ll need about $12,000-15.000. However, I start this campaign with $7,500 for the first action (for the basic pool). Will do second campaign or other schemes for the development later.

Interested in Social Entrepreneurship? Invest, donate or simply share this idea!
Contact me: n.febriani@gmail.com or call 081280207713.

Salam,
NFW

Tiada yang Tidak Mungkin di Dunia Ini Selama Kita Terus Berjuang Mengejar Mimpi

Artikel dibawah ini ditulis oleh: Aninda Try Susanti (Ninda), Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Indonesia

22/11/14 – Untuk yang ketiga kalinya Sabtu ini aku dateng ke acara Ngomeng. Ngomeng apa sih? Ngapain aja di Ngomeng? Pada awalnya aku tau ini dari temen sekampusku, Yulina (panggil saja dia Bunga, eh Lina). Aku sama Lina udah lama berteman baik selama di kampus. Kami juga sempet kasih tau passion masing-masing. Jadi kalo ada acara yang seru dan sesuai passion masing-masing saling info satu sama lain. Aku tuh suka banget sama hal-hal yang berbau kuliner, anak-anak, dan jalan-jalan.

Kami sama2 punya mimpi suatu hari nanti semoga bisa ke luar negeri dan bahkan keliling Eropa. Aku juga pengen banget suatu hari nanti bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di dunia ini. Cuma ada dua kendala! Pertama karena akomodasi yang belum mencukupi untuk pergi kesana. Kedua karena keterbatasan bahasa. Seperti yang kita tau bahwa menguasai bahasa inggris itu penting banget! Apalagi udah makin banyak orang asing yang datang ke Indonesia. Malu dong kalo hari gini masih gagap bahasa Inggris??? Ke laut ajeeee.:/

Memang udah sejak SD kita diajarin bahasa Inggris secara teori. Bahkan sampe kuliahpun bahasa Inggris itu termasuk ke dalam mata kuliah wajib. Tapiiiii sayangnya porsi latihan mempraktekkan bahasa Inggris dari kecil sampe sekarang masih kurang. Mungkin kita mampu berbahasa Inggris pas nemu soal di ujian, tapi kalo disuruh ngomong bahasa Inggris masih lumayan banyak orang yang mengalami kesulitan. Apa yang udah ada di otak mau ngomong begini tapi pas diutarakan ke dalam bahasa Inggris malah kebanyakan bergumam “hmmmm” trus sampe akhirnya ujung2nya ngomong pake bahasa Indonesia karena ga pede dan takut salah persepsi apa yang pengen kita omongin ke lawan bicara kita. Yaaaa… itu merupakan salah satu pengalamanku.

Belajar bahasa asing itu emang ga gampang kalo ga sering-sering dilatih alias praktek dan buang jauh-jauh urat malu kita. Eh tapi dengan tujuan baik ya bukan berarti malu-maluin, hahaha… Menurutku untuk bisa cepet ngomong dengan lancar bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya ya kunci utamanya adalah COMFORT alias nyaman. Kamu mesti senyaman dan setenang mungkin memposisikan dirimu saat lagi ngomong bahasa asing sama lawan bicaramu. Mungkin sekarang ini kamu masih jauh dari kata sempurna, tapi ga ada yang ga mungkin selama kamu terus berusaha untuk mencapai target ‘sempurna’ versi kamu itu.

Pertemuanku yang ketiga kalinya ini menyenangkan banget loh! Percakapan antara native speaker dan peserta di kelompokku seolah mampu mencairkan suasana diskusi menjadi lebih hangat dengan penuh canda tawa dari peserta Ngomeng. Tema Ngomeng di minggu ini tentang “Champion”! Tapi di awal acara, tim volunteer alias native speaker yang ada di Ngomeng ini mesti cari dan ngejelasin beberapa idiom yang ada di dalam bahasa Inggris ke peserta Ngomeng. Ini rada susah soalnya volunteernya sendiri juga jarang pake idiom itu ke dalam kehidupan sehari2 mereka. Yaaaa mungkin sama aja kali ya sama bahasa Indonesia, banyak orang Indonesia yang juga jarang bahkan ga pernah memasukkan peribahasa dalam komunikasi mereka sehari2.

Begini suasana Ngomeng tanggal 22 Nov kemarin di Warjok Lotte Shopping Avenue

Begini suasana Ngomeng tanggal 22 Nov kemarin di Warjok Lotte Shopping Avenue

Satu yang paling aku ingat saat kelompokku kedapetan giliran volunteer nya Chris, saat itu Chris ngomong “under” dalam bahasa inggris tapi aku ngedengernya malah “on the”. Kata “r” nya ga diucapkan. Kirain aku doang yang ngerasa kaya begitu tapi ternyata temenku, Anggi yang ada di sebelahku ternyata juga sama. Rada sulit memang ya menangkap native speaker dengan khas British bukan American English. Tiap kali Chris ngomong aku mesti banget memperhatikan secara seksama gerakan mulutnya saat berbicara. Mungkin kalo cuma denger dia ngomong tanpa melihat mimiknya saat berbicara terasa lebih sulit kali ya. Hmmmm… Yah bagaimana pun juga aku senang! Bisa punya pengalaman secara langsung praktek ngomong bahasa Inggris dengan penutur asli aksen British maupun penutur dengan aksen American English😀

Kami belajar tentang penggunaan idiom dari Chris

Kami belajar tentang penggunaan idiom dari Chris

Group discussion bersama Chris

Group discussion bersama Chris

Group discussion bersama Reuben

Group discussion bersama Reuben

Flashback ke moment pertama kali aku dateng ke pertemuan ngomeng itu pas tempatnya di The Reading Room, Kemang. Saat itu lagi bulan puasa. Rada grogi sih iya karena aku bener-bener ga terpikir sama sekali nanti Ngomeng itu acaranya kaya gimana dan apa yang mesti aku omongin sama native speakernya pake bahasa Inggris dengan kosakataku yang masih terbilang minim. Saat itu volunteernya ada 3, yaitu Polly dan Chris (mereka suami istri dan saat itu Polly sedang hamil), serta Freya. Aku ga mengalami kesulitan saat Freya ngomong karena aksen nya masih American English dan memang dia asalnya dari Australia. Tapiiii pas Chris dan Polly ngomong, agak bingung karena aksen mereka British dan memang asalnya mereka adalah orang UK.

Ini saat pertama kali aku datang ke Ngomeng di Reading Room Kemang

Ini saat pertama kali aku datang ke Ngomeng di Reading Room Kemang

Ngomeng bukber di Reading Room Kemang

Ngomeng bukber di Reading Room Kemang

Namun, ternyata lambat laun aku bisa beradaptasi dan merasa lebih percaya diri ngomong bahasa Inggris setelah ketiga kalinya ini aku mengikuti acara Ngomeng ini. Huaaaa…. di minggu ini ada volunteer baru anaknya Chris n Polly namanya Jago!!! Btw aku kirain Jago tuh ayam Jago ternyata nama anaknya Chris & Polly loh! Wkwkwk😄. Menurutku Ngomeng ini adalah suatu wadah yang oke untuk kamu yang pengen banget mempraktekkan bahasa Inggrismu dengan penutur asli!😀 Apalagi ini semua gratiiiiissss.. kamu bisa menambah teman dan memperluas jaringan dengan semua peserta yang ada di Ngomeng. Btw NGOMENG itu singkatan dari NGOmong ENGlish. Sungguh niatku ikut Ngomeng ini cuma karena pengen meningkatkan kualitas bahasa Inggrisku dan berkomunikasi langsung dengan native speaker. Bukan karena poin utamanya ketemu bule2 atau bule oriented😉

Aku bersama Polly dan Jago yang lagi mewek karena kelaparan

Aku bersama Polly dan Jago yang lagi mewek karena kelaparan

Ini foto saat aku dan teman-teman ngobrol dengan Chris pada sesi Ngomeng ke 6

Ini foto saat aku dan teman-teman ngobrol dengan Chris pada sesi Ngomeng ke 6

Ini temanku Eva, pemenang kompetisi modelling dimana semua peserta ternyata dapat piala :D

Ini temanku Eva, pemenang kompetisi modelling dimana semua peserta ternyata dapat piala😀

Berbagi cerita tentang olahraga yang pernah kami menangkan bersama Reuben

Berbagi cerita tentang olahraga yang pernah kami menangkan bersama Reuben

Soooo amazing! Ternyata aku ketemu orang yang sungguh menginspirasi aku untuk terus berjuang meraih impian dan merealisasikan mimpi-mimpiku. Semasa jaman sekolahan aku memang sangat suka membaca buku, pas semasa kuliah suka beli banyak buku tapi belum sempat membaca semua buku yang aku beli. Siapa dia???? Yaaaa! Dia adalah pendiri komunitas sosial ngomeng ini sekaligus penulis buku “Haram Keliling Dunia”, Nur Febriani Wardi (mbak Febri). Aku bahkan baru tau ini dari Retno ternyata mbak Febri ini salah satu seniorku, alumni FKM UI dan sempet dapet beasiswa S2 di Belanda. Wooooowww. Trus dia juga manager dari Yayasan Balita Sehat. Meski aku belum sempat baca bukunya tapi denger sedikit latar belakang beliau aja aku udah merinding. Dia bisa keliling Eropa dengan gratis selama dia kuliah S2 dulu di Belanda.

Hmmmm selain itu ada satu orang lagi juga yang merupakan peserta Ngomeng dan sekarang dia sedang studi S2 di Cina, namanya Mina. Banyak yang cerita kalo bahasa Inggris Mina itu masih “butiran debu” dan seringkali ngucapin kata FIGHTING saat dateng di sesi Ngomeng dengan logat khasnya. Dia adalah wanita yang mempunyai semangat dan percaya diri yang luar biasa besar. Ternyata bener apa kata pepatah “Di atas langit, masih ada langit”. Aku pikir bahwa cuma aku aja yang bahasa Inggris nya masih “butiran debu”, ternyata enggak.

Terkadang aku suka menyesal. Kenapa sih baru sekarang ini peduli untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris? Dulu-dulu kemana pas masih jaman sekolahan? Bahkan lebih parahnya lagi aku sempat benci sama pelajaran bahasa Inggris karena ga pinter berbahasa Inggris dan faktor guru yang mengajar di Sekolah juga kurang mendukung. :””) Namun, penyesalan ga akan menyelesaikan masalah. Sekarang yang terpenting adalah gimana caranya untuk memperjuangkan hidupmu menuju mimpi-mimpimu itu agar terealisasi menjadi kenyataan. Pastinya kamu hanya perlu kekuatan diri di dalam dirimu sendiri untuk bisa memiliki semangat yang statis dengan dukungan keluarga dan teman-teman terbaik yang ada di sekitarmu yang senantiasa memberimu kekuatan atas segala kelebihan yang kamu punya.

Btw doain aku yaaaa! Semoga aku bisa wisuda Agustus 2015 nanti! Segala perjuanganku semasa kuliah semoga dapat menghasilkan hasil yang memuaskan bahkan insya Allah sangat memuaskan. Meski rada takut sama salah satu mata kuliah yaitu bahasa Jerman akademik. Itu semacam IELTS nya bahasa Inggris. Huaaaa semoga aja aku bisa lulus semua matkul semester 9 ini dengan nilai yang terbaik. Amin (kok jadi curcol. Hehehe). Temen-temenku yang ada di Ngomeng udah pada lulus semua dan meniti karir. Aku juga pengen segera menyelesaikan kuliahku ini dan meniti karirku atas segala rencanaku ke depannya. Semoga Allah memudahkan. Amin. Semangat NGOMENG! Semangat juga buat semua peserta Ngomeng yang masih single dan tidak pernah lelah berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya dan turut meningkatkan kualitas diri sebelum menjadi seorang Ayah dan Ibu kelak. SEMANGAT!!!!😀 Semoga semua peserta yang ada di Ngomeng at least bisa keliling Indonesia dan Eropa bahkan Dunia. Amin.🙂

Ngomeng ke 6 di Warung Pojok Lotte Shopping Avenue bersama volunteer Emma, Chris, Reuben, Yu Jin dan Nan.

Ngomeng ke 6 di Warung Pojok Lotte Shopping Avenue bersama volunteer Emma, Chris, Reuben, Yu Jin dan Nan.

Foto wajib sebelum berpisah pada Ngomeng ke 9

Foto wajib sebelum berpisah

We like Abnormal Photo :D

Abnormal photo😀

Demikian cerita dari Ninda. Thanks for Sharing, Ninda… (Febri)