Tiada yang Tidak Mungkin di Dunia Ini Selama Kita Terus Berjuang Mengejar Mimpi

Artikel dibawah ini ditulis oleh: Aninda Try Susanti (Ninda), Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Indonesia

22/11/14 – Untuk yang ketiga kalinya Sabtu ini aku dateng ke acara Ngomeng. Ngomeng apa sih? Ngapain aja di Ngomeng? Pada awalnya aku tau ini dari temen sekampusku, Yulina (panggil saja dia Bunga, eh Lina). Aku sama Lina udah lama berteman baik selama di kampus. Kami juga sempet kasih tau passion masing-masing. Jadi kalo ada acara yang seru dan sesuai passion masing-masing saling info satu sama lain. Aku tuh suka banget sama hal-hal yang berbau kuliner, anak-anak, dan jalan-jalan.

Kami sama2 punya mimpi suatu hari nanti semoga bisa ke luar negeri dan bahkan keliling Eropa. Aku juga pengen banget suatu hari nanti bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di dunia ini. Cuma ada dua kendala! Pertama karena akomodasi yang belum mencukupi untuk pergi kesana. Kedua karena keterbatasan bahasa. Seperti yang kita tau bahwa menguasai bahasa inggris itu penting banget! Apalagi udah makin banyak orang asing yang datang ke Indonesia. Malu dong kalo hari gini masih gagap bahasa Inggris??? Ke laut ajeeee.:/

Memang udah sejak SD kita diajarin bahasa Inggris secara teori. Bahkan sampe kuliahpun bahasa Inggris itu termasuk ke dalam mata kuliah wajib. Tapiiiii sayangnya porsi latihan mempraktekkan bahasa Inggris dari kecil sampe sekarang masih kurang. Mungkin kita mampu berbahasa Inggris pas nemu soal di ujian, tapi kalo disuruh ngomong bahasa Inggris masih lumayan banyak orang yang mengalami kesulitan. Apa yang udah ada di otak mau ngomong begini tapi pas diutarakan ke dalam bahasa Inggris malah kebanyakan bergumam “hmmmm” trus sampe akhirnya ujung2nya ngomong pake bahasa Indonesia karena ga pede dan takut salah persepsi apa yang pengen kita omongin ke lawan bicara kita. Yaaaa… itu merupakan salah satu pengalamanku.

Belajar bahasa asing itu emang ga gampang kalo ga sering-sering dilatih alias praktek dan buang jauh-jauh urat malu kita. Eh tapi dengan tujuan baik ya bukan berarti malu-maluin, hahaha… Menurutku untuk bisa cepet ngomong dengan lancar bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya ya kunci utamanya adalah COMFORT alias nyaman. Kamu mesti senyaman dan setenang mungkin memposisikan dirimu saat lagi ngomong bahasa asing sama lawan bicaramu. Mungkin sekarang ini kamu masih jauh dari kata sempurna, tapi ga ada yang ga mungkin selama kamu terus berusaha untuk mencapai target ‘sempurna’ versi kamu itu.

Pertemuanku yang ketiga kalinya ini menyenangkan banget loh! Percakapan antara native speaker dan peserta di kelompokku seolah mampu mencairkan suasana diskusi menjadi lebih hangat dengan penuh canda tawa dari peserta Ngomeng. Tema Ngomeng di minggu ini tentang “Champion”! Tapi di awal acara, tim volunteer alias native speaker yang ada di Ngomeng ini mesti cari dan ngejelasin beberapa idiom yang ada di dalam bahasa Inggris ke peserta Ngomeng. Ini rada susah soalnya volunteernya sendiri juga jarang pake idiom itu ke dalam kehidupan sehari2 mereka. Yaaaa mungkin sama aja kali ya sama bahasa Indonesia, banyak orang Indonesia yang juga jarang bahkan ga pernah memasukkan peribahasa dalam komunikasi mereka sehari2.

Begini suasana Ngomeng tanggal 22 Nov kemarin di Warjok Lotte Shopping Avenue

Begini suasana Ngomeng tanggal 22 Nov kemarin di Warjok Lotte Shopping Avenue

Satu yang paling aku ingat saat kelompokku kedapetan giliran volunteer nya Chris, saat itu Chris ngomong “under” dalam bahasa inggris tapi aku ngedengernya malah “on the”. Kata “r” nya ga diucapkan. Kirain aku doang yang ngerasa kaya begitu tapi ternyata temenku, Anggi yang ada di sebelahku ternyata juga sama. Rada sulit memang ya menangkap native speaker dengan khas British bukan American English. Tiap kali Chris ngomong aku mesti banget memperhatikan secara seksama gerakan mulutnya saat berbicara. Mungkin kalo cuma denger dia ngomong tanpa melihat mimiknya saat berbicara terasa lebih sulit kali ya. Hmmmm… Yah bagaimana pun juga aku senang! Bisa punya pengalaman secara langsung praktek ngomong bahasa Inggris dengan penutur asli aksen British maupun penutur dengan aksen American English😀

Kami belajar tentang penggunaan idiom dari Chris

Kami belajar tentang penggunaan idiom dari Chris

Group discussion bersama Chris

Group discussion bersama Chris

Group discussion bersama Reuben

Group discussion bersama Reuben

Flashback ke moment pertama kali aku dateng ke pertemuan ngomeng itu pas tempatnya di The Reading Room, Kemang. Saat itu lagi bulan puasa. Rada grogi sih iya karena aku bener-bener ga terpikir sama sekali nanti Ngomeng itu acaranya kaya gimana dan apa yang mesti aku omongin sama native speakernya pake bahasa Inggris dengan kosakataku yang masih terbilang minim. Saat itu volunteernya ada 3, yaitu Polly dan Chris (mereka suami istri dan saat itu Polly sedang hamil), serta Freya. Aku ga mengalami kesulitan saat Freya ngomong karena aksen nya masih American English dan memang dia asalnya dari Australia. Tapiiii pas Chris dan Polly ngomong, agak bingung karena aksen mereka British dan memang asalnya mereka adalah orang UK.

Ini saat pertama kali aku datang ke Ngomeng di Reading Room Kemang

Ini saat pertama kali aku datang ke Ngomeng di Reading Room Kemang

Ngomeng bukber di Reading Room Kemang

Ngomeng bukber di Reading Room Kemang

Namun, ternyata lambat laun aku bisa beradaptasi dan merasa lebih percaya diri ngomong bahasa Inggris setelah ketiga kalinya ini aku mengikuti acara Ngomeng ini. Huaaaa…. di minggu ini ada volunteer baru anaknya Chris n Polly namanya Jago!!! Btw aku kirain Jago tuh ayam Jago ternyata nama anaknya Chris & Polly loh! Wkwkwk😄. Menurutku Ngomeng ini adalah suatu wadah yang oke untuk kamu yang pengen banget mempraktekkan bahasa Inggrismu dengan penutur asli!😀 Apalagi ini semua gratiiiiissss.. kamu bisa menambah teman dan memperluas jaringan dengan semua peserta yang ada di Ngomeng. Btw NGOMENG itu singkatan dari NGOmong ENGlish. Sungguh niatku ikut Ngomeng ini cuma karena pengen meningkatkan kualitas bahasa Inggrisku dan berkomunikasi langsung dengan native speaker. Bukan karena poin utamanya ketemu bule2 atau bule oriented😉

Aku bersama Polly dan Jago yang lagi mewek karena kelaparan

Aku bersama Polly dan Jago yang lagi mewek karena kelaparan

Ini foto saat aku dan teman-teman ngobrol dengan Chris pada sesi Ngomeng ke 6

Ini foto saat aku dan teman-teman ngobrol dengan Chris pada sesi Ngomeng ke 6

Ini temanku Eva, pemenang kompetisi modelling dimana semua peserta ternyata dapat piala :D

Ini temanku Eva, pemenang kompetisi modelling dimana semua peserta ternyata dapat piala😀

Berbagi cerita tentang olahraga yang pernah kami menangkan bersama Reuben

Berbagi cerita tentang olahraga yang pernah kami menangkan bersama Reuben

Soooo amazing! Ternyata aku ketemu orang yang sungguh menginspirasi aku untuk terus berjuang meraih impian dan merealisasikan mimpi-mimpiku. Semasa jaman sekolahan aku memang sangat suka membaca buku, pas semasa kuliah suka beli banyak buku tapi belum sempat membaca semua buku yang aku beli. Siapa dia???? Yaaaa! Dia adalah pendiri komunitas sosial ngomeng ini sekaligus penulis buku “Haram Keliling Dunia”, Nur Febriani Wardi (mbak Febri). Aku bahkan baru tau ini dari Retno ternyata mbak Febri ini salah satu seniorku, alumni FKM UI dan sempet dapet beasiswa S2 di Belanda. Wooooowww. Trus dia juga manager dari Yayasan Balita Sehat. Meski aku belum sempat baca bukunya tapi denger sedikit latar belakang beliau aja aku udah merinding. Dia bisa keliling Eropa dengan gratis selama dia kuliah S2 dulu di Belanda.

Hmmmm selain itu ada satu orang lagi juga yang merupakan peserta Ngomeng dan sekarang dia sedang studi S2 di Cina, namanya Mina. Banyak yang cerita kalo bahasa Inggris Mina itu masih “butiran debu” dan seringkali ngucapin kata FIGHTING saat dateng di sesi Ngomeng dengan logat khasnya. Dia adalah wanita yang mempunyai semangat dan percaya diri yang luar biasa besar. Ternyata bener apa kata pepatah “Di atas langit, masih ada langit”. Aku pikir bahwa cuma aku aja yang bahasa Inggris nya masih “butiran debu”, ternyata enggak.

Terkadang aku suka menyesal. Kenapa sih baru sekarang ini peduli untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris? Dulu-dulu kemana pas masih jaman sekolahan? Bahkan lebih parahnya lagi aku sempat benci sama pelajaran bahasa Inggris karena ga pinter berbahasa Inggris dan faktor guru yang mengajar di Sekolah juga kurang mendukung. :””) Namun, penyesalan ga akan menyelesaikan masalah. Sekarang yang terpenting adalah gimana caranya untuk memperjuangkan hidupmu menuju mimpi-mimpimu itu agar terealisasi menjadi kenyataan. Pastinya kamu hanya perlu kekuatan diri di dalam dirimu sendiri untuk bisa memiliki semangat yang statis dengan dukungan keluarga dan teman-teman terbaik yang ada di sekitarmu yang senantiasa memberimu kekuatan atas segala kelebihan yang kamu punya.

Btw doain aku yaaaa! Semoga aku bisa wisuda Agustus 2015 nanti! Segala perjuanganku semasa kuliah semoga dapat menghasilkan hasil yang memuaskan bahkan insya Allah sangat memuaskan. Meski rada takut sama salah satu mata kuliah yaitu bahasa Jerman akademik. Itu semacam IELTS nya bahasa Inggris. Huaaaa semoga aja aku bisa lulus semua matkul semester 9 ini dengan nilai yang terbaik. Amin (kok jadi curcol. Hehehe). Temen-temenku yang ada di Ngomeng udah pada lulus semua dan meniti karir. Aku juga pengen segera menyelesaikan kuliahku ini dan meniti karirku atas segala rencanaku ke depannya. Semoga Allah memudahkan. Amin. Semangat NGOMENG! Semangat juga buat semua peserta Ngomeng yang masih single dan tidak pernah lelah berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya dan turut meningkatkan kualitas diri sebelum menjadi seorang Ayah dan Ibu kelak. SEMANGAT!!!!😀 Semoga semua peserta yang ada di Ngomeng at least bisa keliling Indonesia dan Eropa bahkan Dunia. Amin.🙂

Ngomeng ke 6 di Warung Pojok Lotte Shopping Avenue bersama volunteer Emma, Chris, Reuben, Yu Jin dan Nan.

Ngomeng ke 6 di Warung Pojok Lotte Shopping Avenue bersama volunteer Emma, Chris, Reuben, Yu Jin dan Nan.

Foto wajib sebelum berpisah pada Ngomeng ke 9

Foto wajib sebelum berpisah

We like Abnormal Photo :D

Abnormal photo😀

Demikian cerita dari Ninda. Thanks for Sharing, Ninda… (Febri)

One thought on “Tiada yang Tidak Mungkin di Dunia Ini Selama Kita Terus Berjuang Mengejar Mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s