Seleksi Tulisan The Miracles of Haram Dimulai!

Dear Peserta Lomba Tulisan The Miracles of Haram…

Terima kasih untuk para penulis yang telah mengirimkan tulisannya. Dalam bulan ini saya akan membaca satu per satu tulisan tersebut, memberikan komen-komen dan akan mengirimkan kembali kepada teman-teman yang saya kira tulisannya perlu di klarifikasi.

Buat teman-teman yang belum sempat mengirimkan tulisan dan ingin perpanjangan, silakan ya, saya tunggu dalam bulan ini… lebih cepat lebih baik.

Setelah tulisan-tulisan yang baik-baik terpilih (insyaallah bisa diumumkan awal/mid Desember), pada bulan Desember saya akan memulai proses editing dan pengolahan tulisan teman-teman. Tidak semua yang dituliskan oleh teman-teman akan dimasukkan ke dalam naskah bersama. Paragraf-paragraf atau kalimat-kalimat yang tidak relevan akan dihilangkan, apalagi bahasa yang alay-alay dan nggak nyambung 😀

Setelah rapi, lalu baru kita mengemas tulisan, menggabungkannya dengan tulisan saya dan Bang Boim Lebon. Ini akan memakan waktu yang cukup lama, belum lagi proses pengajuan dan editing di penerbit. Jadi jangan buru-buru nanya, bukunya kapan jadi yaa… Walaupun ini dilakukan hanya pada waktu-waktu senggang, insyaallah kami kerjakan sebaik-baiknya.

Salam Haram,
@enefwe

Advertisements

Buku Haram Keliling Dunia: Dari Kucing Hingga Perdana Menteri

Demi mengasah skill video editing, aku iseng-iseng membuat sebuah video yang menampilkan macam-macam pose orang-orang bersama buku Haram Keliling Dunia. Oh ya, bukan cuma orang lho, kucing juga ada, eh bahkan Shahrukh Khan juga ada :))

Ini dia videonya… Jangan di klik kalo gak mau ngiler baca buku HKD!

Nahh buat yang sudah terlanjur ngintip videonya dan ngebet pengen baca buku Haram Keliling Dunia, silakan ke:
1. Perpustakaan terdekat. Pastinya gratis kan??
2. Toko Buku Gramedia terdekat, harganya 58 ribu.
3. Atauuu… mumpung ada promo nih, Haram Keliling Dunia hanya 50 ribu rupiah saja sudah termasuk tanda tangan penulis (diluar ongkos kirim yaa…) Mesan di komen blog ini juga bisa kok. Gampang kan??

promohkd

Dijamin baca buku ini gak akan nyesal. 100% guaranteed. Nyesal uang kembali 😀

Salam Haram,
@enefwe

Ngomeng 6 Month Anniversary & Tujuh bulanan feat. Couchsurfing JLE

Proses membesarkan Ngomeng adalah proses yang rasanya mirip seperti perjuangan untuk bisa menghadirkan buku Haram Keliling Dunia. Aku mengikuti pergerakannya dari lahir hingga sekarang.

Seperti buku Haram Keliling Dunia yang dari tidak ada menjadi ada, lalu memperkenalkannya pada banyak orang, hingga akhirnya bisa menjadi salah satu buku berlabel bestseller. Begitu pula dengan proses mengadakan Ngomeng, mengenalkannya pada orang-orang, hingga aku berharap suatu hari nanti Ngomeng bisa berkembang lebih luas.

Sesi pertama Ngomeng persis sama seperti hari launching HKD, rame! Kami yang mempersiapkannya dengan deg-degan, aku, Polly, Nauli, dibantu dengan Stella yang membuatkan e-flyer dan Sarah yang bela-belain membawa termos air, tersenyum sumringah dengan acara yang sukses. Sesi kedua hingga keempat adalah sesi terberat untukku. Beberapa hari menjelang sesi hingga hari H aku selalu berkejar-kejaran dengan jumlah peserta. Biasalah, kebiasaan orang kita sulit dipegang kata-katanya. Bilangnya mau datang, taunya nggak. Daftar peserta yang tadinya hampir 20 orang orang bisa-bisa cuma jadi 8 orang. Belum lagi ketika Nauli menjadi tidak aktif, praktis aku berjuang sendiri ditengah kesibukan kerjaan di kantor yang padat.

Badai pasti berlalu. Ditengah kondisi yang sulit, hadirlah para ‘angels’ yang membantuku. Kuperkenalkan ya… Ada Retno, mahasiswi tingkat akhir Sastra Belanda UI (sekarang sudah lulus), yang sigap luar biasa menangani publikasi. Dia mempublikasikan kegiatan, membuatkan grup whatsapp, berkicau di twitter dan meramaikan grup facebook. Menjelang kegiatan, Ibu Humas ini juga rutin mengabsen peserta. Lalu ada Eva, mahasiswi tingkat akhir Sastra Jerman UI (sekarang sudah lulus juga). Fungsinya sih nggak jelas, tapi kehadirannya menceriakan suasana. Dia membuat ketawa sekaligus jengkel dengan kecepatan bicaranya yang ngalah-ngalahin native speakers, dan dominasinya yang kental di dalam grup sampai kadang aku harus ngingetin dia untuk istighfar 😀 Oh ya, di dua pertemuan terakhir dia selalu kuminta untuk membuat reportase, biar berguna ocehannya, hehehe… Kemudian ada Chris dan Emma yang sigap menggantikan peran Polly ketika Polly cuti melahirkan.

Angels lainnnya adalah para peserta yang semangat membantu berlangsungnya kegiatan, mengikuti sesi dan pada sesi berikutnya membawa teman-teman mereka untuk bergabung. Ada yang membantu membuatkan soal, ada juga yang membantu membuatkan tulisan.

Bahagia melihat ramainya peserta di Ngomeng 6 Month Anniv yang diselenggarakan di Lotte Mart Kuningan, penuh satu restoran Warjok itu sama anak-anak Ngomeng. Lalu Ngomeng ke 7 lebih rame lagi karena diikuti juga oleh teman-teman dari Couchsurfing Jakarta Learn English. Buat yang ingin tau gimana serunya kegiatan Ngomeng ke 6 dan 7 silakan simak foto-foto berikut yaa…

ngomeng anniv1 ngomeng anniv2 ngomeng anniv3 ngomeng anniv5 ngomeng anniv6 ngomeng anniv7 ngomeng anniv8 ngomeng anniv9 ngomeng anniv10 ngomeng anniv12 ngomeng anniv14

Kemudian yang dibawah ini dokumentasi Ngomeng ke-7 feat. Couchsurfing Jakarta Learn English @Taman Suropati, 20 September 2014. Yang dateng ramee hampir 40 orang…

20140920_170956 20140920_170911 20140920_161913 20140920_161856 20140920_161746 20140920_161430 20140920_161258

Terima kasih untuk semua yang telah membantu Ngomeng tetap eksis. Lanjutkan!

Yang mau ikutan Ngomeng silakan follow twitter @ngomeng atau facebook group Ngomeng untuk dapat info jadwal Ngomeng yaa…

Salam,

NFW

The Miracles of HARAM

hajiDear teman-teman,

Saya sudah lama ingin membuat buku tentang keajaiban Haji dan Umrah. Bagi kalian yang punya pengalaman atau tahu pengalaman orang lain sebelum dan setelah haji/umrah, coba tuliskan yuk… Kalau terpilih, kita akan membukukan kisahnya. 

Singkatnya begini… 

Saya alhamdulillah bisa mendapatkan beasiswa S2 penuh dan bisa jalan-jalan keliling Eropa setelah berhaji pada usia 22 tahun.
Ada yang dapat pekerjaan di Qatar, ada juga yang menikah setelah umrah.

Ada yang punya pengalaman ‘ajaib’ lainnya setelah haji atau umrah?
Yuk… tuliskan ceritamu! 

Tuliskan di minimal 4 halaman A4. Times New Roman 12. Spasi 1. 
Cerita boleh dari pengalaman sendiri atau orang lain

Kirim ke miracleofhajjumrah@gmail.com
Nanti kita bukukan bersama 🙂

Bersiaplah!
Ceritamu akan menginspirasi anak-anak muda untuk segera berangkat ke tanah suci. 🙂

Salam haram,

@enefwe

Curahan Hati Seorang Sahabat: Pejuang Lokal Prestasi Internasional

Mumpung masih di bulan Agustus, aku ingin memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dengan membuat sebuah tulisan yang tidak biasa. Bukan tentang liputan kemeriahan perayaan 17 Agustusan yang biasa digelar di kampung-kampung atau kilas balik sejarah perjuangan pahlawan-pahlawan nasional. Bukan itu. Aku akan menuliskan kisah tentang dua sahabat yang kukagumi karena keunikan dan prestasinya.

Sahabat pertama yang akan kuceritakan adalah seorang perempuan bertubuh mungil, sebelas dua belas dengan ukuran tubuhku, yang telah menjadi teman baikku sejak SMP di Singkawang, Kalimantan Barat. Jujur saja, dia bukan murid yang menonjol dari segi akademis. Berbeda denganku yang selalu ada di jajaran 3 besar, dia tak pernah mencatatkan namanya disana. Dia mencatatkan namanya sebagai siswa yang super aktif di kegiatan pecinta alam. Mendaki gunung lewati lembah seperti Ninja Hatori ia lakoni. Hingga akhirnya kami lulus SMA, kami berpisah. Kami yang sama-sama tidak menyukai pelajaran Matematika ini mencari fakultas yang tidak ada pelajaran Matematikanya. Kami yakin, pelajaran log, sigma, dan rumus-rumus yang segambreng itu tidak ada gunanya dalam kehidupan praktis. Dan ternyata benar, so far kita cuma butuh perhitungan sederhana dalam hidup. Ambil kalkulator, beres! Haha…

Aku ‘terdampar’ di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, sementara dia, sama-sama bidang kesehatan juga, tapi untuk hewan. Ya, akhirnya sahabatku ini masuk ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali, yang baru iseng-iseng ditentukannya pada pagi hari sebelum mengikuti ujian UMPTN. Disitulah takdirnya bermuara, dia diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Udayana dan menjalani pendidikannya. Aku tertawa tak henti ketika dia menceritakan tentang pengalamannya masuk FKH. Misalnya saat orientasi, dia disuruh bawa nyamuk mati namun harus dalam keadaan utuh, tidak boleh bawa nyamuk penyet :p kemudian ia juga pernah ngelus-ngelus penis (menkominfo, tolong ini jangan disensor, ya!) anjing dan babi agar bisa membawa sperma hewan tersebut untuk dipelajari, dan lain-lain yang unik-unik yang tidak pernah kubayangkan.

Kami banyak bertukar cerita terutama ketika sedang berkumpul saat lebaran. Sejak kuliah dia sudah aktif di kegiatan perlindungan hewan seperti menjadi relawan WWF. Tidak lama setelah mendapat gelar sarjana, dia langsung meneruskan S2-nya juga di Udayana dengan spesialisasi Lingkungan Pesisir.

Sahabatku ini terlihat sangat menikmati apa yang ia pelajari. Hingga beberapa tahun kemudian setelah lulus S2, kariernya melesat dengan cepat. Dia kembali ke Kalimantan Barat dan memegang program perlindungan penyu. Namanya kemudian malang melintang di media lokal dan nasional. Ia menjadi salah satu ahli penyu di Indonesia. Kalau kalian mengenalnya lebih dekat, kalian akan tahu betapa cintanya ia dengan penyu. Ia mengkoleksi barang-barang yang berbau penyu. Dari bantal, sandal, gelang, kaos, topi, boneka, hingga namanya pun sudah terkenal dengan Dwi Penyu. Saking patennya nama itu, dia menempelkan potongan logam yang membentuk nama DWI PENYU diatas tulisan merk mobil barunya! 

Sahabatku Dwi 'Penyu' in action

Sahabatku Dwi ‘Penyu’ in action

Aku tidak akan pernah melupakan saat kami curhat tentang pekerjaan kami yang “tidak dikenal” di kampung ini. Kebanyakan orang-orang di kampung hanya mengenal PNS –paling dihormati, dan pegawai swasta. Tapi kami bukan, kami hanyalah pekerja NGO atau LSM yang tidak pernah punya seragam. Kalau ada tetangga yang bertanya apa pekerjaannya, sahabatku ini selalu bingung untuk menjelaskan. Pernah sekali dia menjawab WWF, dan dia dikira bekerja dibidang olahraga tinju ataupun lembaga kredit motor:D Masyarakat memang belum menghargai pekerjaan yang ‘tidak jelas’ seperti pekerja NGO. Padahal kalau saja mereka tahu, sahabatku ini sudah dikirim ke Amerika untuk bicara tentang Penyu , bahkan menjadi konsultan di salah satu kementrian hingga menjadi dosen terbang di beberapa universitas dalam memberikan kuliah umum dibidang spesies khususnya penyu.

Dia sudah dikenal di kalangan internasional. Dia bekerja di WWF yang notabene didanai Internasional. Tapi apakah dia tidak berjuang untuk Indonesia? Dia memusuhi (dan mungkin dimusuhi) mafia, pedagang dan penikmat  telur penyu. Dia berjuang untuk melindungi kelangsungan hidup penyu di Indonesia terutama di pantai-pantai di Kalimantan Barat. Dia melawan perdagangan telur penyu sepenuh hati (yang membuat aku tak enak hati ketika menyadari bahwa aku masih suka makan telur penyu). Bekerja itu dimana saja, tapi apa yang dilakukannya adalah yang terpenting. Dia bekerja keras untuk menjaga kekayaan alam Indonesia. Bekerja sama dengan pihak asing itu bukan masalah, ketika kita justru bisa menguatkan potensi Negara kita tercinta ini. Salut untuk sahabatku, Dwi Penyu!

***

Sahabat kedua yang tidak kalah kerennya adalah seorang teman laki-laki yang sering memberiku tumpangan pulang saat SMA dulu. Dia unik dari SMA, kerjaannya megang kamus kemana-mana. Bahasanya juga aneh-aneh, bukan hanya bahasa Inggris. Mimpinya mau masuk jurusan Bahasa, sayangnya SMA kami tidak menyediakan jurusan bahasa, sehingga dia terpaksa masuk jurusan IPS. Awalnya dia dimasukkan guru-guru ke IPA, tapi dia sadar diri dengan kemampuannya. Dia minta segera dipindahkan ke IPS agar tak langsung di-DO katanya. Sahabat yang satu ini terkenal rame dan kocak. Kami sering membuat banyolan juga tentangnya. Kami bilang, dia bukan makan nasi, tapi kamus. Dan tahukah kalian apa yang terjadi kemudian? Dia juga masuk UI sepertiku, tapi di D3 jurusan Sastra Perancis. Lalu belum selesai kuliahnya, dia ambil lagi S1 jurusan Sastra Rusia (bahkan dia juga sempat exchange ke Universitas Negeri Moscow).

Aku rasa dia lulus dengan cum laude juga. Lalu dia meneruskan kuliah S2 nya di Universitas Lisbon, Portugal, dengan beberapa kuliah yang diambil di Universitas Santiago de Compostela, Spanyol. Dia menjelajah Negara-negara di Eropa juga, bahkan lebih banyak dariku. Bahkan sahabatku yang sekarang sudah menjadi dosen tetap di UI ini pernah diwawancara khusus oleh sebuah stasiun TV di Spanyol  karena dia adalah satu-satunya linguist Indonesia yang mempelajari bahasa Galego, sebuah bahasa daerah di  Provinsi Galicia, Spanyol , yang kalau di Indonesia ini seperti bahasa Jawa halus atau Dayak iban. Keren kan? Tidak berlebihan kalau sahabat yang satu ini disebut polyglot karena dia sudah fasih bicara dalam setidaknya 7 bahasa diluar bahasa Ibu. Bahasa Inggris, Perancis, Portugis, Rusia, Spanyol, Italia, Galego. Tidak Cuma itu, sebagai tambahan, sahabatku ini juga bisa berbahasa Romania, Katalan, Jerman, Ceko, Turki,  walaupun tidak terlalu fasih. Sampai saat ini, aku tidak tahu apakah dia benar-benar makan kamus seperti yang kami katakan dulu karena keterlaluan hebatnya 😀

'Dosen Malaikat' di FIB UI

Arif Budiman, dijuluki ‘Dosen Malaikat’ di FIB UI

Kalau dipikir-pikir, luar biasa ya prestasi kawan yang satu ini. Bayangkan, kita  menjalani satu kuliah aja udah mpot-mpotan, dia sekali pegang dua kuliah. Kita bahasa Inggris aja masih belepotan, dia bahkan udah khatam bahasa Rusia yang hurufnya kebalik-balik itu. Tapi itulah yang namanya passion, yang aku yakini akan membawa orang melesat meninggalkan orang lain yang mainstream, yang belajar hanya karena harus lulus atau bekerja hanya karena mencari uang.

Passion adalah kunci yang akan membuka kesuksesan kita. Passion adalah seuatu yang akan membedakan kita dengan orang lain, yang akan membuat kita diingat dan bermakna. Tidak peduli seberapa pintar atau bodohnya dirimu mengerjakan soal matematika atau fisika, ketika kamu berhasil menemukan passionmu dan mengeksplorasinya sedalam mungkin, kamu akan menjadi ahlinya. Dua sahabat saya tadi tidak pernah bagus nilai matematikanya, kalaupun pernah bagus, itu the one and only yang diingatnya hingga sekarang. Dan memang kita tak perlu pintar untuk semua mata pelajaran. Tapi temukan passion, temukan passion! Itu yang selalu aku sampaikan pada saudara, sahabat atau staf tentang bagaimana untuk mendidik anak. Kecerdasan menemukan passion dan mengasahnya adalah hal yang sungguh berharga. Aku bangga setengah mati dengan dua sahabatku ini.

Yang lebih membanggakan lagi, walaupun sudah menguasai 7 bahasa internasional, sahabatku yang Arif dan Budiman ini (namanya benar-benar Arif Budiman, lho!) tidak pernah melupakan bahasa daerahnya. Dia tidak pernah merasa gengsi untuk bicara dalam bahasa daerah yang “se-ndeso-ndesonya”. Kalau dalam istilah Jawa, dia adalah yang paling medhok diantara kami dalam penggunaan bahasa Melayu di kehidupan sehari-hari. Tak jarang ia menuliskan status dalam bahasa Melayu kental yang orang-orang harus melotot untuk mengetahui artinya, atau membuat kuis interaktif di laman Facebook-nya.  Di pertemuan kami di musim lebaran kemarin, aku mendengar sesuatu darinya yang membuatku semakin bangga. “Aku adalah satu-satunya di keluargaku yang paling semangat melestarikan penggunaan bahasa Melayu setelah nenekku. Aku bertekad akan menjaganya. Masa kita mempelajari bahasa orang jauh-jauh, tapi kemudian melupakan bahasa sendiri?”

Demikian ceritaku kali ini. Aku dedikasikan tulisan ini untuk dua sahabat yang selalu menginspirasi, Dwi Suprapti dan Arif Budiman, sosok ‘pejuang’ daerah yang berwawasan internasional. Adalah suatu kemerdekaan ketika kita bisa melepaskan diri dari sesuatu yang dipaksakan, lalu menemukan passion kita yang sesungguhnya dan mengasahnya hingga berkilauan. Merdeka!!!

***

*Nur Febriani Wardi, SKM, MA. Penulis buku Haram Keliling Dunia. Twitter: @enefwe email: haramkelilingdunia@gmail.com

Ngomeng Edisi Ke-5: Dari Belajar, Bukber hingga Cari ‘Gebetan’

Fyuhhh setelah hampir sebulan ngejar-ngejar ‘artis Trans7’ ini untuk menulis mengenai pengalamannya ikut Ngomeng pertama kali, akhirnya dapat juga tulisannya. Walaupun terkesan bikinnya buru-buru (bukan terkesan, emang bener, hihihi), ini nih cerita Ngomeng dari Nhae Gerhana tentang Ngomeng Sesi Kelima!

-Curahan Hati Seorang Nhae-

Dari Bulan Maret lalu, saya udah sering denger acara “Ngomeng”.. Tapi waktunya selalu belom berjodoh.. Sampe akhirnyaaa, tanggal 18 juli 2014, saya siap berngomeng ria..

“Ngomeng”, Nama yang unik, ngingetin sama salah satu komedian kocak campuran Sunda dan Betawi..yaah Komeng..hehe.. Kembali ke Ngomeng yaa.. Udah gak sabar pengeen gabung sama kegiatan yang diadain sama penulis best seller “Haram Keliling Dunia”. Buku yang inspiratif, kreatif, bukan fiktif.

Sabtu siang itu, saya bergegas menuju Reading Room di Kawasan Kemang. Persiapan fisik, mental, lahir, dan bathin saya kumpulkan, *Tariik nafas Dalam.. Rasa gak Pe De, karena inggris saya yang pas-pasan.. Bahkan sangaat pas-pasan *Nangis di pojokan.. Tapi dorongan ka Ani (panggilan cinta untuk Nur Febriani) yang memacu adrenalin untuk tetep ikutaan.

Sampai di depan Reading Room, sapuan angin lembut menyambut kedatangan saya yang terlambat datang.. Dengan niat tulus, mencari ilmu dan menjalin tali silaturahmi, saya siap belajar *pasang kuda-kuda.

Kursi sudah dipadati oleh teman-teman luar biasa, peserta Ngomeng yang haus akan ilmu. Chris, Polly, dan Freya sebagai volunteer yang menjadi native speaker bikin kegiatan makin lengkap. Di sesi pertama, ngebahas tentang “Aplikasi Untuk Ramadhan Dari Google”. Sesi kedua pembagian kelompok dan diskusi dengan tema hari kemerdekaan, perayaan tahun baru, dan idul fitri.

Belasan peserta yang gokil, kocak, humoris, bikin candu untuk dateng lagi. Ditambah ada cerita cinta yang terjadi disana..hahahaha.. Selain dapet ilmu, barangkali bisa dapet jodoh #Eehh..

Rugi kalo gak dateng ke acara seru kaya gini.. Makasih ka Ani, makasih Chris, Polly, dan Freya, makasih temaan-temaan.. kaliaan luaar biasa.. 😀

Hidup Ngomeng.. next kita bisa bikin kegiatan seru lainnya =P

Nahh, itu sekelumit cerita dari Nhae. Kalau penasaran yang mana sih wajahnya, ini nih orangnya, yang pas musim mudik lebaran kemarin wajahnya wira-wiri di layar kaca. Cakep kann 😉

Ciee Nhae...

Ciee Nhae…

Ini foto-foto saat ngobrolin pertanyaan-pertanyaan fun yang dirancang oleh Miss Eva (Thanks Va!)

IMG_20140719_165751

IMG_20140719_165601

IMG_20140719_170110

IMG_20140719_170147

IMG_20140719_171227

IMG_20140719_170244

Saking buru-burunya membuat tulisan, Nhae lupa menuliskan bahwa kita bulan lalu tidak hanya ngobrol dalam bahasa Inggris, tapi juga buka puasa bersama. Asiikkk… Walaupun teman-teman expat udah ‘buka’ duluan, kita tetap khusyuk ngomeng sambil nunggu azan Maghrib. Nhae adalah orang yang sibuk bolak-balik nulis pesanan dan order ke petugas cafenya. Sekaligus Nhae dengan kreatifnya praktek bahasa Inggris sama abangnya, four ice tea, please.. abangnya kan bengong, bule bukan, sok-sok pake bahasa Inggris :p

IMG-20140719-WA008

IMG-20140719-WA003

'geragas' ngerebutin nacos dari Chris, wkwkwk

‘geragas’ ngerebutin nacos dari Chris, wkwkwk

And then, sesi poto-potoooo!!!

IMG-20140719-WA000

IMG-20140719-WA006

Sebelum melanjutkan dengan sesi ‘off-air’ dimana saya membahas pengembangan Ngomeng bersama anak-anak muda yang keren-keren dan bersemangat ini, ugly face duluuu…

IMG-20140719-WA010

Buat kamu-kamu yang di Jakarta atau sekitarnya yang tertarik untuk ikut kegiatan Ngomeng, pleas ejoin us at @ngomeng atau kirim email ke haramkelilingdunia@gmail.com yaa… Siapa tau pulang-pulang bisa dapet gebetan kayak gini, hihihi… 

Selamat ya guys :p

Selamat ya guys :p

Salam haram,

@enefwe

Ngomeng Edisi Ke-4: PAITING!!!

Alhamdulillah Sabtu kemarin kegiatan Ngomeng berjalan lancar, meskipun hujan deras masih ada 8 peserta yang datang. Sayangnya kedua BB saya mati gara-gara kemasukan air dan buru-buru saya hidupkan (antisipasi kalau ada peserta yang mau menanyakan alamat atau nyasar). Apes dah! Tapi saya senang karena peserta dan volunteer tampak sangat menikmati kegiatan ini. Berikut adalah tulisan dari salah satu new comer, Angky, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ceritanya nggak kalah seru dari cerita si Mina di pertemuan yang lalu. Check it out!

Image

Sabtu, 21 Juni 2014

Hari rabu yang tamaram itu aku minta temenku Retno untuk nemenin pergi ke dokter gigi, karena udah dua hari ini gusiku bengkak. Entah kenapa yang namanya dokter gigi ini such a nightmare buat aku dan aku kebiasaan ditemenin orang tua kalo pergi ke the-place-so-called-dr.gigi itu. Tapi karena orang tua ada di Jawa dan gusiku makin parah jadi aku minta temenin si Retno untuk periksa. Saat sampai ke ruang dr. gigi tiba-tiba Retno bilang “Ki mau ikutan ga? bla bla bla bla bla yang ngadain mbak Nur Febriani Wardi authornya Haram Keliling Dunia lho” Tanpa basa basi aku langsung jawab “Ah serius, oke mauuu dong, kapan tuh?”

“Sabtu jam 2 siang ki” kata Retno . Sebenarnya yang dia bilang di pertengahan aku nggak terlalu mendengarkan karena lagi sibuk membayangkan bor atau sesuatu yang aneh-aneh yang bakalan dimasukin dokter ke mulut aku biar buat gusiku kempes. Tapi entah kenapa waktu kata-kata author buku Haram Keliling Dunia langsung terdengar jelas di kupingku dan nggak perlu mikir dua kali untuk datang ke acara tersebut.

Aku selalu impressed dengan orang-orang yang bisa menuangkan pengalaman travelling, pemikiran, atau cerita kehidupan sehari-hari sekalipun ke dalam sebuah tulisan especially  dalam sebuah buku dan dibaca oleh orang lain. Jadi kalo ada ajakan buat ketemu author buku apalagi buku traveling, it’s a big yes for me.  Aku sendiri suka banget ngumpulin buku traveling, suka banget traveling, dan juga suka nulis. I kind of hoping someday I could be like one of those people, write my own story. Acara yang ada di pikiran aku saat itu adalah mbak Nur Febriani dengan jumawanya bakalan ngebagi pengalaman travelling dan S2nya di Belanda, Kalo beruntung aku juga bisa diajarin cara nulis buku dan publish tulisan ke penerbit. Yeeeaayy. So excited

Hari sabtu jam 1 aku setengah berlari ke stasiun UI sehabis pulang les untuk ketemuan sama Retno di St. Pasar minggu. Waktu sampe di st. pasar minggu tiba-tiba turun hujan deras. Tapi walaupun begitu kami tetap semangat 45 buat datang ke acaranya Mbak Nur Febriani ini. Keluar dari stasiun langsung disambut oleh abang-abang ojek lengkap dengan jas hujan dan helmnya serta adek-adek yang menawarkan jasa ojek payung.  Melewati mereka semua dengan muka yang udah setengah basah aku dan Retno langsung menuju ke terminal buat nyari kopaja 614. Tapi setelah nanya sana sini sambil diterjang hujan dan angin yang menggebu-gebu sampe-sampe payung kita jadi kebalik menhadap keatas akhirnyyyaaaa…… kita nggak nemu juga kopaja yang bernomor 614 itu. Karena rambut makin lepek, baju makin basah, dan jam menunjukan pukul 1.30 kita memutuskan untuk naik taksi.

Waktu di taksi aku menanyakan sejumput pertanyaan ke Retno “Kemangnya di mana si no”

Kata dia “ Di Yayasan Balita Sehat” aku bingung, yang ada di bayanganku itu acaranya ada di toko buku.

“Acaranya ngapain aja No?”

“Nanti tuh kita komunikasi gitu sama bule-bule, sesi pertama dibacain artikel trus dibahas trus dibagi tiga grup gitu sama bule-bulenya”

Aku makin melongo dan makin bingung.“Kok ada bule sih No?”

“Lahh emang, kan gue udah bilang, lu mah nggak nyimak si kalo gue ngomong” kata dia sedikit manyun

 “Kirain gue bedah bukunya Haram Keliling Dunia”

Sebenarnya Bahasa Inggrisku kalo mau dibilang bagus enggak juga, tapi enggak jelek juga. Aku juga sedikit banyak berhubungan dengan bule kalo lagi travelling dan banyak menggunakan bahasa Inggris buat baca artikel dan buku atau nonton film. Tapi kalau ngobrol sama bule kadang kebanyakan mikir, ini grammarnya bener apa engga ya, ini kosakatanya bener nggak ya, jadi kadang nggak PD sendiri apalagi di depan orang banyak. Dan entah kenapa saat itu aku jadi super nervous buat datang ke tempat acara tersebut.

Ini udah terlambat buat puter balik ke Depok ya. Apa entar aku pura-pura pingsan keracunan air hujan aja di sana ya? Atau pura-pura diculik aja sama abang sopir taksi berotot berkaca mata hitam ini ya. Ah gimana dong.

***

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kira-kira duapuluh menit sampe juga aku dan Retno ke tempat acara.  Beneran ada tiga bule loh di sana. Ternyata nama acara ini adalah Ngomeng dan aku disambut ramah oleh mbak Nur Febriani Wardi. I finally meet her in person.

Di sana udah ada tiga bule, satu cewe dan dua cowo dan tujuh participants lainnya. Kita duduk melingkar di salah satu ruangan di Yayasan Balita Sehat itu. Ternyata yang dibilang Retno bener ada 3 sesi dalam acara itu. Pertama bule yang namanya Hillary, bule America yang kece ini ngebacain artikel dengan tema World Cup dan General Election di Indonesia. Aduh mana aku nggak begitu ngerti kedua tema itu lagi. Kalo nonton bola orang-orang treak-treak ngeliatin pertandinganya kalo aku treak-treak kalo ada pemain ganteng yang di zoom. General Election  juga nggak terlalu ngerti perkembanganya. Kita dikasih kesempatan buat ngomongin pendapatnya tentang dua topik tersebut berdasarkan  artikel yang udah dibaca Hillary.

Memasuki sesi kedua kita dibagi kedalam 3 kelompok untuk ngebahas tema besar kita hari ini yaitu internet. Tapi entah kenapa aku kebanyakan membelokan tema menjadi hal-hal yang aku interest seperti ketika ada pertanyaan ini “What website you visit the most?” Wanita berkerudung sebelah aku jawab ‘Youtube’. Trus aku nimpalin iya Youtube bagus apalagi buat  buka acara-acara yang nggak diputer di Indonesia seperti Ellen Show. Aku juga bilang kalo aku penggila serial America seperti serial TV How I Meet Your Mother dan Games of Throne. Eh si bule yang bernama Felix dari Inggris yang accentnya ala-ala Sherlock Holmes ini juga suka dengan salah satu serial Games of Thrones jadi kita ngebahas itu. Selanjutnya waktu ngbrol sama Hillary jatuhnya aku malah promosi toko kue ku di Online karena temanya online Shop. Dan aku memperagakan gimana bahasa orang Indonesia kalo jualan di Online shop. Ya sistaa mampir dulu  ya sissst. Haha. Dan dengan bule terakhir yang bernama Tim ini ujung-ujungnya ngomongin kita malah ngomongi travelling.

Sesi ketiga kita sebenarnya seperti review dan kembali ngomongin Presidential Election dan World Cup. Setelah itu diberi waktu buat ngomongin pendapatnya tentang acara ini. Buat aku yang tadinya salah kira tentang acara ini akhirnya malah enjoy banget and I had a really good times. Selain nambah teman dan pengetahuan dengan ikut acara ini juga ngelatih keberanian buat ngebahas sebuah tema dengan bahasa Inggris. Nggak nyesel kalo tadi nggak jadi pura-pura pingsan. Haha!

Setelah acara selesai si Mina yang nulis di kolom sebelumnya ngadain semacam stand up comedy dadakan. Dia cerita gimana polosnya dia waktu datang wawancara ke Kedubes Turki dan dia Cuma tau satu kata  dalam bahasa Inggris yaitu Paiting (fighting). Dan gimana dia pertama kali masuk ke bioskop, pertama kali liat Jakarta dari rooftop apartemen dan hal-hal polos dan konyol lainya. Tapi yang paling berkesan buat aku pribadi si cerita dia yang yang ini “Dulu waktu semester satu aku suka datang ke bandara dan liat pesawat trus poto-potoin dan bilang ke temenku kalo semester 8 aku bakalan naik pesawat”  Sekarang beneran  dia udah bolak-balik Jakarta 7 kali. Yang bisa aku petik dari cerita-cerita Mina dengan minimnya bahasa Inggrisnya dan yang lainya, kita tetetp bisa jadi apa yang kita mau asal kita punya impian dan kemauan. Menurut Mina, dia bisa datang ke Jakarta bahkan sebentar lagi akan berangkat ke Cina karena dapet besasiwa S2 di sana, karena sebelumnya dia udah pernah memikirkan akan hal itu. And it really happened. Jujur aja aku impressed dengan yang dicapai oleh Mina dan menjadi ikut termotivasi. Dan aku berharap cita-citaku buat travelling keliling dunia dan menuliskan ceritanya di sebuah buku seperti Mbak Nur Febriani Wardi suatu hari bisa kesampean karena sekarang hal itu yang sedang aku pikirkan dan usahakan. seperti kata Mina aku harus selalu : PAITING!

See I got a lot of lesson dari ikutan acara Ngomeng sesi 4 ini, much more than I could ever imagine. Dan aku merasakan betapa menyenangkanya ketemu orang-orang baru dari berbagai negara dan latar belakang, dan juga belajar dari pengalaman mereka. Worth it banget deh acaranya. Thank you everyone yang udah dateng, especially Mbak Nur Febriani Wardi yang udah ngadain acara ini. Can’t wait for the next session

Image

 

Image

 

Image

 

Image