Tiada yang Tidak Mungkin di Dunia Ini Selama Kita Terus Berjuang Mengejar Mimpi

Artikel dibawah ini ditulis oleh: Aninda Try Susanti (Ninda), Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Indonesia

22/11/14 – Untuk yang ketiga kalinya Sabtu ini aku dateng ke acara Ngomeng. Ngomeng apa sih? Ngapain aja di Ngomeng? Pada awalnya aku tau ini dari temen sekampusku, Yulina (panggil saja dia Bunga, eh Lina). Aku sama Lina udah lama berteman baik selama di kampus. Kami juga sempet kasih tau passion masing-masing. Jadi kalo ada acara yang seru dan sesuai passion masing-masing saling info satu sama lain. Aku tuh suka banget sama hal-hal yang berbau kuliner, anak-anak, dan jalan-jalan.

Kami sama2 punya mimpi suatu hari nanti semoga bisa ke luar negeri dan bahkan keliling Eropa. Aku juga pengen banget suatu hari nanti bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di dunia ini. Cuma ada dua kendala! Pertama karena akomodasi yang belum mencukupi untuk pergi kesana. Kedua karena keterbatasan bahasa. Seperti yang kita tau bahwa menguasai bahasa inggris itu penting banget! Apalagi udah makin banyak orang asing yang datang ke Indonesia. Malu dong kalo hari gini masih gagap bahasa Inggris??? Ke laut ajeeee. :/

Memang udah sejak SD kita diajarin bahasa Inggris secara teori. Bahkan sampe kuliahpun bahasa Inggris itu termasuk ke dalam mata kuliah wajib. Tapiiiii sayangnya porsi latihan mempraktekkan bahasa Inggris dari kecil sampe sekarang masih kurang. Mungkin kita mampu berbahasa Inggris pas nemu soal di ujian, tapi kalo disuruh ngomong bahasa Inggris masih lumayan banyak orang yang mengalami kesulitan. Apa yang udah ada di otak mau ngomong begini tapi pas diutarakan ke dalam bahasa Inggris malah kebanyakan bergumam “hmmmm” trus sampe akhirnya ujung2nya ngomong pake bahasa Indonesia karena ga pede dan takut salah persepsi apa yang pengen kita omongin ke lawan bicara kita. Yaaaa… itu merupakan salah satu pengalamanku.

Belajar bahasa asing itu emang ga gampang kalo ga sering-sering dilatih alias praktek dan buang jauh-jauh urat malu kita. Eh tapi dengan tujuan baik ya bukan berarti malu-maluin, hahaha… Menurutku untuk bisa cepet ngomong dengan lancar bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya ya kunci utamanya adalah COMFORT alias nyaman. Kamu mesti senyaman dan setenang mungkin memposisikan dirimu saat lagi ngomong bahasa asing sama lawan bicaramu. Mungkin sekarang ini kamu masih jauh dari kata sempurna, tapi ga ada yang ga mungkin selama kamu terus berusaha untuk mencapai target ‘sempurna’ versi kamu itu.

Pertemuanku yang ketiga kalinya ini menyenangkan banget loh! Percakapan antara native speaker dan peserta di kelompokku seolah mampu mencairkan suasana diskusi menjadi lebih hangat dengan penuh canda tawa dari peserta Ngomeng. Tema Ngomeng di minggu ini tentang “Champion”! Tapi di awal acara, tim volunteer alias native speaker yang ada di Ngomeng ini mesti cari dan ngejelasin beberapa idiom yang ada di dalam bahasa Inggris ke peserta Ngomeng. Ini rada susah soalnya volunteernya sendiri juga jarang pake idiom itu ke dalam kehidupan sehari2 mereka. Yaaaa mungkin sama aja kali ya sama bahasa Indonesia, banyak orang Indonesia yang juga jarang bahkan ga pernah memasukkan peribahasa dalam komunikasi mereka sehari2.

Begini suasana Ngomeng tanggal 22 Nov kemarin di Warjok Lotte Shopping Avenue

Begini suasana Ngomeng tanggal 22 Nov kemarin di Warjok Lotte Shopping Avenue

Satu yang paling aku ingat saat kelompokku kedapetan giliran volunteer nya Chris, saat itu Chris ngomong “under” dalam bahasa inggris tapi aku ngedengernya malah “on the”. Kata “r” nya ga diucapkan. Kirain aku doang yang ngerasa kaya begitu tapi ternyata temenku, Anggi yang ada di sebelahku ternyata juga sama. Rada sulit memang ya menangkap native speaker dengan khas British bukan American English. Tiap kali Chris ngomong aku mesti banget memperhatikan secara seksama gerakan mulutnya saat berbicara. Mungkin kalo cuma denger dia ngomong tanpa melihat mimiknya saat berbicara terasa lebih sulit kali ya. Hmmmm… Yah bagaimana pun juga aku senang! Bisa punya pengalaman secara langsung praktek ngomong bahasa Inggris dengan penutur asli aksen British maupun penutur dengan aksen American English 😀

Kami belajar tentang penggunaan idiom dari Chris

Kami belajar tentang penggunaan idiom dari Chris

Group discussion bersama Chris

Group discussion bersama Chris

Group discussion bersama Reuben

Group discussion bersama Reuben

Flashback ke moment pertama kali aku dateng ke pertemuan ngomeng itu pas tempatnya di The Reading Room, Kemang. Saat itu lagi bulan puasa. Rada grogi sih iya karena aku bener-bener ga terpikir sama sekali nanti Ngomeng itu acaranya kaya gimana dan apa yang mesti aku omongin sama native speakernya pake bahasa Inggris dengan kosakataku yang masih terbilang minim. Saat itu volunteernya ada 3, yaitu Polly dan Chris (mereka suami istri dan saat itu Polly sedang hamil), serta Freya. Aku ga mengalami kesulitan saat Freya ngomong karena aksen nya masih American English dan memang dia asalnya dari Australia. Tapiiii pas Chris dan Polly ngomong, agak bingung karena aksen mereka British dan memang asalnya mereka adalah orang UK.

Ini saat pertama kali aku datang ke Ngomeng di Reading Room Kemang

Ini saat pertama kali aku datang ke Ngomeng di Reading Room Kemang

Ngomeng bukber di Reading Room Kemang

Ngomeng bukber di Reading Room Kemang

Namun, ternyata lambat laun aku bisa beradaptasi dan merasa lebih percaya diri ngomong bahasa Inggris setelah ketiga kalinya ini aku mengikuti acara Ngomeng ini. Huaaaa…. di minggu ini ada volunteer baru anaknya Chris n Polly namanya Jago!!! Btw aku kirain Jago tuh ayam Jago ternyata nama anaknya Chris & Polly loh! Wkwkwk XD. Menurutku Ngomeng ini adalah suatu wadah yang oke untuk kamu yang pengen banget mempraktekkan bahasa Inggrismu dengan penutur asli! 😀 Apalagi ini semua gratiiiiissss.. kamu bisa menambah teman dan memperluas jaringan dengan semua peserta yang ada di Ngomeng. Btw NGOMENG itu singkatan dari NGOmong ENGlish. Sungguh niatku ikut Ngomeng ini cuma karena pengen meningkatkan kualitas bahasa Inggrisku dan berkomunikasi langsung dengan native speaker. Bukan karena poin utamanya ketemu bule2 atau bule oriented 😉

Aku bersama Polly dan Jago yang lagi mewek karena kelaparan

Aku bersama Polly dan Jago yang lagi mewek karena kelaparan

Ini foto saat aku dan teman-teman ngobrol dengan Chris pada sesi Ngomeng ke 6

Ini foto saat aku dan teman-teman ngobrol dengan Chris pada sesi Ngomeng ke 6

Ini temanku Eva, pemenang kompetisi modelling dimana semua peserta ternyata dapat piala :D

Ini temanku Eva, pemenang kompetisi modelling dimana semua peserta ternyata dapat piala 😀

Berbagi cerita tentang olahraga yang pernah kami menangkan bersama Reuben

Berbagi cerita tentang olahraga yang pernah kami menangkan bersama Reuben

Soooo amazing! Ternyata aku ketemu orang yang sungguh menginspirasi aku untuk terus berjuang meraih impian dan merealisasikan mimpi-mimpiku. Semasa jaman sekolahan aku memang sangat suka membaca buku, pas semasa kuliah suka beli banyak buku tapi belum sempat membaca semua buku yang aku beli. Siapa dia???? Yaaaa! Dia adalah pendiri komunitas sosial ngomeng ini sekaligus penulis buku “Haram Keliling Dunia”, Nur Febriani Wardi (mbak Febri). Aku bahkan baru tau ini dari Retno ternyata mbak Febri ini salah satu seniorku, alumni FKM UI dan sempet dapet beasiswa S2 di Belanda. Wooooowww. Trus dia juga manager dari Yayasan Balita Sehat. Meski aku belum sempat baca bukunya tapi denger sedikit latar belakang beliau aja aku udah merinding. Dia bisa keliling Eropa dengan gratis selama dia kuliah S2 dulu di Belanda.

Hmmmm selain itu ada satu orang lagi juga yang merupakan peserta Ngomeng dan sekarang dia sedang studi S2 di Cina, namanya Mina. Banyak yang cerita kalo bahasa Inggris Mina itu masih “butiran debu” dan seringkali ngucapin kata FIGHTING saat dateng di sesi Ngomeng dengan logat khasnya. Dia adalah wanita yang mempunyai semangat dan percaya diri yang luar biasa besar. Ternyata bener apa kata pepatah “Di atas langit, masih ada langit”. Aku pikir bahwa cuma aku aja yang bahasa Inggris nya masih “butiran debu”, ternyata enggak.

Terkadang aku suka menyesal. Kenapa sih baru sekarang ini peduli untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris? Dulu-dulu kemana pas masih jaman sekolahan? Bahkan lebih parahnya lagi aku sempat benci sama pelajaran bahasa Inggris karena ga pinter berbahasa Inggris dan faktor guru yang mengajar di Sekolah juga kurang mendukung. :””) Namun, penyesalan ga akan menyelesaikan masalah. Sekarang yang terpenting adalah gimana caranya untuk memperjuangkan hidupmu menuju mimpi-mimpimu itu agar terealisasi menjadi kenyataan. Pastinya kamu hanya perlu kekuatan diri di dalam dirimu sendiri untuk bisa memiliki semangat yang statis dengan dukungan keluarga dan teman-teman terbaik yang ada di sekitarmu yang senantiasa memberimu kekuatan atas segala kelebihan yang kamu punya.

Btw doain aku yaaaa! Semoga aku bisa wisuda Agustus 2015 nanti! Segala perjuanganku semasa kuliah semoga dapat menghasilkan hasil yang memuaskan bahkan insya Allah sangat memuaskan. Meski rada takut sama salah satu mata kuliah yaitu bahasa Jerman akademik. Itu semacam IELTS nya bahasa Inggris. Huaaaa semoga aja aku bisa lulus semua matkul semester 9 ini dengan nilai yang terbaik. Amin (kok jadi curcol. Hehehe). Temen-temenku yang ada di Ngomeng udah pada lulus semua dan meniti karir. Aku juga pengen segera menyelesaikan kuliahku ini dan meniti karirku atas segala rencanaku ke depannya. Semoga Allah memudahkan. Amin. Semangat NGOMENG! Semangat juga buat semua peserta Ngomeng yang masih single dan tidak pernah lelah berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya dan turut meningkatkan kualitas diri sebelum menjadi seorang Ayah dan Ibu kelak. SEMANGAT!!!! 😀 Semoga semua peserta yang ada di Ngomeng at least bisa keliling Indonesia dan Eropa bahkan Dunia. Amin. 🙂

Ngomeng ke 6 di Warung Pojok Lotte Shopping Avenue bersama volunteer Emma, Chris, Reuben, Yu Jin dan Nan.

Ngomeng ke 6 di Warung Pojok Lotte Shopping Avenue bersama volunteer Emma, Chris, Reuben, Yu Jin dan Nan.

Foto wajib sebelum berpisah pada Ngomeng ke 9

Foto wajib sebelum berpisah

We like Abnormal Photo :D

Abnormal photo 😀

Demikian cerita dari Ninda. Thanks for Sharing, Ninda… (Febri)

Eksplorasi Hantu di Ngomeng Edisi Halloween

Halo semua…

Ngomeng di Bulan Oktober kemarin mengangkat tema yang lumayan seram, yaitu Halloween! Halloween sangat populer di Eropa dan Amerika, makanya kita membahas itu untuk mengetahui seperti apa sih Halloween… Emma dan Kara yang menjadi duo volunteer pada pertemuan Ngomeng kali ini dengan semangat membagi cerita mereka tentang bagaimana mereka merayakan Halloween. Kara bercerita bagaimana anak-anak kecil di Amerika riang gembira berjalan dari rumah ke rumah mengumpulkan permen dan cokelat dari tentangga pada hari Halloween. Hingga dewasa pun, mereka masih suka berpesta merayakan Halloween. Kara menceritakan kostum-kostum yang pernah ia pakai saat menghadiri pesta Halloween.

Nah karena temanya Halloween, peserta dan volunteer Ngomeng juga berbagi cerita tentang hal-hal magis, hantu, dan takhayul, hiiiyy serem yaa… Tapi di Ngomeng nggak ada yang serem, meskipun temanya hantu, peserta dan volunteer ngakak-ngakak berbagi tentang jenis-jenis hantu. Di kelompok Emma, para peserta dengan kocak memperkenalkan dan memperagakan jenis-jenis hantu di Indonesia kepada Emma yang takjub membayangkannya. Mulai dari Genderuwo, Kuntilanak, sampai Suster Ngesot dibahas, haha… Emma bilang, mulai saat itu dia akan sering-sering liat ke atas pohon, khawatir ada Kunti, hihihi…

Oke deh, biar jelas, langsung aja nih liat foto-foto dari TKP!

Dua kelompok di sesi Ngomeng ke 8

Dua kelompok di sesi Ngomeng ke 8

Kelompok Kara juga sedang membahas artikel Halloween

Kelompok Kara juga sedang membahas artikel Halloween

Emma membacakan artikel sementara peserta menyimak

Emma membacakan artikel sementara peserta menyimak

Pertanyaan-pertanyaan yang dibahas pada sesi diskusi grup kecil

Pertanyaan-pertanyaan yang dibahas pada sesi diskusi grup kecil

Foto bersama dulu sebelum pulang...

Foto bersama duluuu…

Nyempetin diri main badminton setelah Ngomeng, asiikkk...

Nyempetin diri main badminton setelah Ngomeng, asiikkk…

Salam haram,
@enefwe

Seleksi Tulisan The Miracles of Haram Dimulai!

Dear Peserta Lomba Tulisan The Miracles of Haram…

Terima kasih untuk para penulis yang telah mengirimkan tulisannya. Dalam bulan ini saya akan membaca satu per satu tulisan tersebut, memberikan komen-komen dan akan mengirimkan kembali kepada teman-teman yang saya kira tulisannya perlu di klarifikasi.

Buat teman-teman yang belum sempat mengirimkan tulisan dan ingin perpanjangan, silakan ya, saya tunggu dalam bulan ini… lebih cepat lebih baik.

Setelah tulisan-tulisan yang baik-baik terpilih (insyaallah bisa diumumkan awal/mid Desember), pada bulan Desember saya akan memulai proses editing dan pengolahan tulisan teman-teman. Tidak semua yang dituliskan oleh teman-teman akan dimasukkan ke dalam naskah bersama. Paragraf-paragraf atau kalimat-kalimat yang tidak relevan akan dihilangkan, apalagi bahasa yang alay-alay dan nggak nyambung 😀

Setelah rapi, lalu baru kita mengemas tulisan, menggabungkannya dengan tulisan saya dan Bang Boim Lebon. Ini akan memakan waktu yang cukup lama, belum lagi proses pengajuan dan editing di penerbit. Jadi jangan buru-buru nanya, bukunya kapan jadi yaa… Walaupun ini dilakukan hanya pada waktu-waktu senggang, insyaallah kami kerjakan sebaik-baiknya.

Salam Haram,
@enefwe

Buku Haram Keliling Dunia: Dari Kucing Hingga Perdana Menteri

Demi mengasah skill video editing, aku iseng-iseng membuat sebuah video yang menampilkan macam-macam pose orang-orang bersama buku Haram Keliling Dunia. Oh ya, bukan cuma orang lho, kucing juga ada, eh bahkan Shahrukh Khan juga ada :))

Ini dia videonya… Jangan di klik kalo gak mau ngiler baca buku HKD!

Nahh buat yang sudah terlanjur ngintip videonya dan ngebet pengen baca buku Haram Keliling Dunia, silakan ke:
1. Perpustakaan terdekat. Pastinya gratis kan??
2. Toko Buku Gramedia terdekat, harganya 58 ribu.
3. Atauuu… mumpung ada promo nih, Haram Keliling Dunia hanya 50 ribu rupiah saja sudah termasuk tanda tangan penulis (diluar ongkos kirim yaa…) Mesan di komen blog ini juga bisa kok. Gampang kan??

promohkd

Dijamin baca buku ini gak akan nyesal. 100% guaranteed. Nyesal uang kembali 😀

Salam Haram,
@enefwe

Ngomeng 6 Month Anniversary & Tujuh bulanan feat. Couchsurfing JLE

Proses membesarkan Ngomeng adalah proses yang rasanya mirip seperti perjuangan untuk bisa menghadirkan buku Haram Keliling Dunia. Aku mengikuti pergerakannya dari lahir hingga sekarang.

Seperti buku Haram Keliling Dunia yang dari tidak ada menjadi ada, lalu memperkenalkannya pada banyak orang, hingga akhirnya bisa menjadi salah satu buku berlabel bestseller. Begitu pula dengan proses mengadakan Ngomeng, mengenalkannya pada orang-orang, hingga aku berharap suatu hari nanti Ngomeng bisa berkembang lebih luas.

Sesi pertama Ngomeng persis sama seperti hari launching HKD, rame! Kami yang mempersiapkannya dengan deg-degan, aku, Polly, Nauli, dibantu dengan Stella yang membuatkan e-flyer dan Sarah yang bela-belain membawa termos air, tersenyum sumringah dengan acara yang sukses. Sesi kedua hingga keempat adalah sesi terberat untukku. Beberapa hari menjelang sesi hingga hari H aku selalu berkejar-kejaran dengan jumlah peserta. Biasalah, kebiasaan orang kita sulit dipegang kata-katanya. Bilangnya mau datang, taunya nggak. Daftar peserta yang tadinya hampir 20 orang orang bisa-bisa cuma jadi 8 orang. Belum lagi ketika Nauli menjadi tidak aktif, praktis aku berjuang sendiri ditengah kesibukan kerjaan di kantor yang padat.

Badai pasti berlalu. Ditengah kondisi yang sulit, hadirlah para ‘angels’ yang membantuku. Kuperkenalkan ya… Ada Retno, mahasiswi tingkat akhir Sastra Belanda UI (sekarang sudah lulus), yang sigap luar biasa menangani publikasi. Dia mempublikasikan kegiatan, membuatkan grup whatsapp, berkicau di twitter dan meramaikan grup facebook. Menjelang kegiatan, Ibu Humas ini juga rutin mengabsen peserta. Lalu ada Eva, mahasiswi tingkat akhir Sastra Jerman UI (sekarang sudah lulus juga). Fungsinya sih nggak jelas, tapi kehadirannya menceriakan suasana. Dia membuat ketawa sekaligus jengkel dengan kecepatan bicaranya yang ngalah-ngalahin native speakers, dan dominasinya yang kental di dalam grup sampai kadang aku harus ngingetin dia untuk istighfar 😀 Oh ya, di dua pertemuan terakhir dia selalu kuminta untuk membuat reportase, biar berguna ocehannya, hehehe… Kemudian ada Chris dan Emma yang sigap menggantikan peran Polly ketika Polly cuti melahirkan.

Angels lainnnya adalah para peserta yang semangat membantu berlangsungnya kegiatan, mengikuti sesi dan pada sesi berikutnya membawa teman-teman mereka untuk bergabung. Ada yang membantu membuatkan soal, ada juga yang membantu membuatkan tulisan.

Bahagia melihat ramainya peserta di Ngomeng 6 Month Anniv yang diselenggarakan di Lotte Mart Kuningan, penuh satu restoran Warjok itu sama anak-anak Ngomeng. Lalu Ngomeng ke 7 lebih rame lagi karena diikuti juga oleh teman-teman dari Couchsurfing Jakarta Learn English. Buat yang ingin tau gimana serunya kegiatan Ngomeng ke 6 dan 7 silakan simak foto-foto berikut yaa…

ngomeng anniv1 ngomeng anniv2 ngomeng anniv3 ngomeng anniv5 ngomeng anniv6 ngomeng anniv7 ngomeng anniv8 ngomeng anniv9 ngomeng anniv10 ngomeng anniv12 ngomeng anniv14

Kemudian yang dibawah ini dokumentasi Ngomeng ke-7 feat. Couchsurfing Jakarta Learn English @Taman Suropati, 20 September 2014. Yang dateng ramee hampir 40 orang…

20140920_170956 20140920_170911 20140920_161913 20140920_161856 20140920_161746 20140920_161430 20140920_161258

Terima kasih untuk semua yang telah membantu Ngomeng tetap eksis. Lanjutkan!

Yang mau ikutan Ngomeng silakan follow twitter @ngomeng atau facebook group Ngomeng untuk dapat info jadwal Ngomeng yaa…

Salam,

NFW

The Miracles of HARAM

hajiDear teman-teman,

Saya sudah lama ingin membuat buku tentang keajaiban Haji dan Umrah. Bagi kalian yang punya pengalaman atau tahu pengalaman orang lain sebelum dan setelah haji/umrah, coba tuliskan yuk… Kalau terpilih, kita akan membukukan kisahnya. 

Singkatnya begini… 

Saya alhamdulillah bisa mendapatkan beasiswa S2 penuh dan bisa jalan-jalan keliling Eropa setelah berhaji pada usia 22 tahun.
Ada yang dapat pekerjaan di Qatar, ada juga yang menikah setelah umrah.

Ada yang punya pengalaman ‘ajaib’ lainnya setelah haji atau umrah?
Yuk… tuliskan ceritamu! 

Tuliskan di minimal 4 halaman A4. Times New Roman 12. Spasi 1. 
Cerita boleh dari pengalaman sendiri atau orang lain

Kirim ke miracleofhajjumrah@gmail.com
Nanti kita bukukan bersama 🙂

Bersiaplah!
Ceritamu akan menginspirasi anak-anak muda untuk segera berangkat ke tanah suci. 🙂

Salam haram,

@enefwe

Curahan Hati Seorang Sahabat: Pejuang Lokal Prestasi Internasional

Mumpung masih di bulan Agustus, aku ingin memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dengan membuat sebuah tulisan yang tidak biasa. Bukan tentang liputan kemeriahan perayaan 17 Agustusan yang biasa digelar di kampung-kampung atau kilas balik sejarah perjuangan pahlawan-pahlawan nasional. Bukan itu. Aku akan menuliskan kisah tentang dua sahabat yang kukagumi karena keunikan dan prestasinya.

Sahabat pertama yang akan kuceritakan adalah seorang perempuan bertubuh mungil, sebelas dua belas dengan ukuran tubuhku, yang telah menjadi teman baikku sejak SMP di Singkawang, Kalimantan Barat. Jujur saja, dia bukan murid yang menonjol dari segi akademis. Berbeda denganku yang selalu ada di jajaran 3 besar, dia tak pernah mencatatkan namanya disana. Dia mencatatkan namanya sebagai siswa yang super aktif di kegiatan pecinta alam. Mendaki gunung lewati lembah seperti Ninja Hatori ia lakoni. Hingga akhirnya kami lulus SMA, kami berpisah. Kami yang sama-sama tidak menyukai pelajaran Matematika ini mencari fakultas yang tidak ada pelajaran Matematikanya. Kami yakin, pelajaran log, sigma, dan rumus-rumus yang segambreng itu tidak ada gunanya dalam kehidupan praktis. Dan ternyata benar, so far kita cuma butuh perhitungan sederhana dalam hidup. Ambil kalkulator, beres! Haha…

Aku ‘terdampar’ di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, sementara dia, sama-sama bidang kesehatan juga, tapi untuk hewan. Ya, akhirnya sahabatku ini masuk ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali, yang baru iseng-iseng ditentukannya pada pagi hari sebelum mengikuti ujian UMPTN. Disitulah takdirnya bermuara, dia diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Udayana dan menjalani pendidikannya. Aku tertawa tak henti ketika dia menceritakan tentang pengalamannya masuk FKH. Misalnya saat orientasi, dia disuruh bawa nyamuk mati namun harus dalam keadaan utuh, tidak boleh bawa nyamuk penyet :p kemudian ia juga pernah ngelus-ngelus penis (menkominfo, tolong ini jangan disensor, ya!) anjing dan babi agar bisa membawa sperma hewan tersebut untuk dipelajari, dan lain-lain yang unik-unik yang tidak pernah kubayangkan.

Kami banyak bertukar cerita terutama ketika sedang berkumpul saat lebaran. Sejak kuliah dia sudah aktif di kegiatan perlindungan hewan seperti menjadi relawan WWF. Tidak lama setelah mendapat gelar sarjana, dia langsung meneruskan S2-nya juga di Udayana dengan spesialisasi Lingkungan Pesisir.

Sahabatku ini terlihat sangat menikmati apa yang ia pelajari. Hingga beberapa tahun kemudian setelah lulus S2, kariernya melesat dengan cepat. Dia kembali ke Kalimantan Barat dan memegang program perlindungan penyu. Namanya kemudian malang melintang di media lokal dan nasional. Ia menjadi salah satu ahli penyu di Indonesia. Kalau kalian mengenalnya lebih dekat, kalian akan tahu betapa cintanya ia dengan penyu. Ia mengkoleksi barang-barang yang berbau penyu. Dari bantal, sandal, gelang, kaos, topi, boneka, hingga namanya pun sudah terkenal dengan Dwi Penyu. Saking patennya nama itu, dia menempelkan potongan logam yang membentuk nama DWI PENYU diatas tulisan merk mobil barunya! 

Sahabatku Dwi 'Penyu' in action

Sahabatku Dwi ‘Penyu’ in action

Aku tidak akan pernah melupakan saat kami curhat tentang pekerjaan kami yang “tidak dikenal” di kampung ini. Kebanyakan orang-orang di kampung hanya mengenal PNS –paling dihormati, dan pegawai swasta. Tapi kami bukan, kami hanyalah pekerja NGO atau LSM yang tidak pernah punya seragam. Kalau ada tetangga yang bertanya apa pekerjaannya, sahabatku ini selalu bingung untuk menjelaskan. Pernah sekali dia menjawab WWF, dan dia dikira bekerja dibidang olahraga tinju ataupun lembaga kredit motor:D Masyarakat memang belum menghargai pekerjaan yang ‘tidak jelas’ seperti pekerja NGO. Padahal kalau saja mereka tahu, sahabatku ini sudah dikirim ke Amerika untuk bicara tentang Penyu , bahkan menjadi konsultan di salah satu kementrian hingga menjadi dosen terbang di beberapa universitas dalam memberikan kuliah umum dibidang spesies khususnya penyu.

Dia sudah dikenal di kalangan internasional. Dia bekerja di WWF yang notabene didanai Internasional. Tapi apakah dia tidak berjuang untuk Indonesia? Dia memusuhi (dan mungkin dimusuhi) mafia, pedagang dan penikmat  telur penyu. Dia berjuang untuk melindungi kelangsungan hidup penyu di Indonesia terutama di pantai-pantai di Kalimantan Barat. Dia melawan perdagangan telur penyu sepenuh hati (yang membuat aku tak enak hati ketika menyadari bahwa aku masih suka makan telur penyu). Bekerja itu dimana saja, tapi apa yang dilakukannya adalah yang terpenting. Dia bekerja keras untuk menjaga kekayaan alam Indonesia. Bekerja sama dengan pihak asing itu bukan masalah, ketika kita justru bisa menguatkan potensi Negara kita tercinta ini. Salut untuk sahabatku, Dwi Penyu!

***

Sahabat kedua yang tidak kalah kerennya adalah seorang teman laki-laki yang sering memberiku tumpangan pulang saat SMA dulu. Dia unik dari SMA, kerjaannya megang kamus kemana-mana. Bahasanya juga aneh-aneh, bukan hanya bahasa Inggris. Mimpinya mau masuk jurusan Bahasa, sayangnya SMA kami tidak menyediakan jurusan bahasa, sehingga dia terpaksa masuk jurusan IPS. Awalnya dia dimasukkan guru-guru ke IPA, tapi dia sadar diri dengan kemampuannya. Dia minta segera dipindahkan ke IPS agar tak langsung di-DO katanya. Sahabat yang satu ini terkenal rame dan kocak. Kami sering membuat banyolan juga tentangnya. Kami bilang, dia bukan makan nasi, tapi kamus. Dan tahukah kalian apa yang terjadi kemudian? Dia juga masuk UI sepertiku, tapi di D3 jurusan Sastra Perancis. Lalu belum selesai kuliahnya, dia ambil lagi S1 jurusan Sastra Rusia (bahkan dia juga sempat exchange ke Universitas Negeri Moscow).

Aku rasa dia lulus dengan cum laude juga. Lalu dia meneruskan kuliah S2 nya di Universitas Lisbon, Portugal, dengan beberapa kuliah yang diambil di Universitas Santiago de Compostela, Spanyol. Dia menjelajah Negara-negara di Eropa juga, bahkan lebih banyak dariku. Bahkan sahabatku yang sekarang sudah menjadi dosen tetap di UI ini pernah diwawancara khusus oleh sebuah stasiun TV di Spanyol  karena dia adalah satu-satunya linguist Indonesia yang mempelajari bahasa Galego, sebuah bahasa daerah di  Provinsi Galicia, Spanyol , yang kalau di Indonesia ini seperti bahasa Jawa halus atau Dayak iban. Keren kan? Tidak berlebihan kalau sahabat yang satu ini disebut polyglot karena dia sudah fasih bicara dalam setidaknya 7 bahasa diluar bahasa Ibu. Bahasa Inggris, Perancis, Portugis, Rusia, Spanyol, Italia, Galego. Tidak Cuma itu, sebagai tambahan, sahabatku ini juga bisa berbahasa Romania, Katalan, Jerman, Ceko, Turki,  walaupun tidak terlalu fasih. Sampai saat ini, aku tidak tahu apakah dia benar-benar makan kamus seperti yang kami katakan dulu karena keterlaluan hebatnya 😀

'Dosen Malaikat' di FIB UI

Arif Budiman, dijuluki ‘Dosen Malaikat’ di FIB UI

Kalau dipikir-pikir, luar biasa ya prestasi kawan yang satu ini. Bayangkan, kita  menjalani satu kuliah aja udah mpot-mpotan, dia sekali pegang dua kuliah. Kita bahasa Inggris aja masih belepotan, dia bahkan udah khatam bahasa Rusia yang hurufnya kebalik-balik itu. Tapi itulah yang namanya passion, yang aku yakini akan membawa orang melesat meninggalkan orang lain yang mainstream, yang belajar hanya karena harus lulus atau bekerja hanya karena mencari uang.

Passion adalah kunci yang akan membuka kesuksesan kita. Passion adalah seuatu yang akan membedakan kita dengan orang lain, yang akan membuat kita diingat dan bermakna. Tidak peduli seberapa pintar atau bodohnya dirimu mengerjakan soal matematika atau fisika, ketika kamu berhasil menemukan passionmu dan mengeksplorasinya sedalam mungkin, kamu akan menjadi ahlinya. Dua sahabat saya tadi tidak pernah bagus nilai matematikanya, kalaupun pernah bagus, itu the one and only yang diingatnya hingga sekarang. Dan memang kita tak perlu pintar untuk semua mata pelajaran. Tapi temukan passion, temukan passion! Itu yang selalu aku sampaikan pada saudara, sahabat atau staf tentang bagaimana untuk mendidik anak. Kecerdasan menemukan passion dan mengasahnya adalah hal yang sungguh berharga. Aku bangga setengah mati dengan dua sahabatku ini.

Yang lebih membanggakan lagi, walaupun sudah menguasai 7 bahasa internasional, sahabatku yang Arif dan Budiman ini (namanya benar-benar Arif Budiman, lho!) tidak pernah melupakan bahasa daerahnya. Dia tidak pernah merasa gengsi untuk bicara dalam bahasa daerah yang “se-ndeso-ndesonya”. Kalau dalam istilah Jawa, dia adalah yang paling medhok diantara kami dalam penggunaan bahasa Melayu di kehidupan sehari-hari. Tak jarang ia menuliskan status dalam bahasa Melayu kental yang orang-orang harus melotot untuk mengetahui artinya, atau membuat kuis interaktif di laman Facebook-nya.  Di pertemuan kami di musim lebaran kemarin, aku mendengar sesuatu darinya yang membuatku semakin bangga. “Aku adalah satu-satunya di keluargaku yang paling semangat melestarikan penggunaan bahasa Melayu setelah nenekku. Aku bertekad akan menjaganya. Masa kita mempelajari bahasa orang jauh-jauh, tapi kemudian melupakan bahasa sendiri?”

Demikian ceritaku kali ini. Aku dedikasikan tulisan ini untuk dua sahabat yang selalu menginspirasi, Dwi Suprapti dan Arif Budiman, sosok ‘pejuang’ daerah yang berwawasan internasional. Adalah suatu kemerdekaan ketika kita bisa melepaskan diri dari sesuatu yang dipaksakan, lalu menemukan passion kita yang sesungguhnya dan mengasahnya hingga berkilauan. Merdeka!!!

***

*Nur Febriani Wardi, SKM, MA. Penulis buku Haram Keliling Dunia. Twitter: @enefwe email: haramkelilingdunia@gmail.com

Ngomeng Edisi Ke-5: Dari Belajar, Bukber hingga Cari ‘Gebetan’

Fyuhhh setelah hampir sebulan ngejar-ngejar ‘artis Trans7’ ini untuk menulis mengenai pengalamannya ikut Ngomeng pertama kali, akhirnya dapat juga tulisannya. Walaupun terkesan bikinnya buru-buru (bukan terkesan, emang bener, hihihi), ini nih cerita Ngomeng dari Nhae Gerhana tentang Ngomeng Sesi Kelima!

-Curahan Hati Seorang Nhae-

Dari Bulan Maret lalu, saya udah sering denger acara “Ngomeng”.. Tapi waktunya selalu belom berjodoh.. Sampe akhirnyaaa, tanggal 18 juli 2014, saya siap berngomeng ria..

“Ngomeng”, Nama yang unik, ngingetin sama salah satu komedian kocak campuran Sunda dan Betawi..yaah Komeng..hehe.. Kembali ke Ngomeng yaa.. Udah gak sabar pengeen gabung sama kegiatan yang diadain sama penulis best seller “Haram Keliling Dunia”. Buku yang inspiratif, kreatif, bukan fiktif.

Sabtu siang itu, saya bergegas menuju Reading Room di Kawasan Kemang. Persiapan fisik, mental, lahir, dan bathin saya kumpulkan, *Tariik nafas Dalam.. Rasa gak Pe De, karena inggris saya yang pas-pasan.. Bahkan sangaat pas-pasan *Nangis di pojokan.. Tapi dorongan ka Ani (panggilan cinta untuk Nur Febriani) yang memacu adrenalin untuk tetep ikutaan.

Sampai di depan Reading Room, sapuan angin lembut menyambut kedatangan saya yang terlambat datang.. Dengan niat tulus, mencari ilmu dan menjalin tali silaturahmi, saya siap belajar *pasang kuda-kuda.

Kursi sudah dipadati oleh teman-teman luar biasa, peserta Ngomeng yang haus akan ilmu. Chris, Polly, dan Freya sebagai volunteer yang menjadi native speaker bikin kegiatan makin lengkap. Di sesi pertama, ngebahas tentang “Aplikasi Untuk Ramadhan Dari Google”. Sesi kedua pembagian kelompok dan diskusi dengan tema hari kemerdekaan, perayaan tahun baru, dan idul fitri.

Belasan peserta yang gokil, kocak, humoris, bikin candu untuk dateng lagi. Ditambah ada cerita cinta yang terjadi disana..hahahaha.. Selain dapet ilmu, barangkali bisa dapet jodoh #Eehh..

Rugi kalo gak dateng ke acara seru kaya gini.. Makasih ka Ani, makasih Chris, Polly, dan Freya, makasih temaan-temaan.. kaliaan luaar biasa.. 😀

Hidup Ngomeng.. next kita bisa bikin kegiatan seru lainnya =P

Nahh, itu sekelumit cerita dari Nhae. Kalau penasaran yang mana sih wajahnya, ini nih orangnya, yang pas musim mudik lebaran kemarin wajahnya wira-wiri di layar kaca. Cakep kann 😉

Ciee Nhae...

Ciee Nhae…

Ini foto-foto saat ngobrolin pertanyaan-pertanyaan fun yang dirancang oleh Miss Eva (Thanks Va!)

IMG_20140719_165751

IMG_20140719_165601

IMG_20140719_170110

IMG_20140719_170147

IMG_20140719_171227

IMG_20140719_170244

Saking buru-burunya membuat tulisan, Nhae lupa menuliskan bahwa kita bulan lalu tidak hanya ngobrol dalam bahasa Inggris, tapi juga buka puasa bersama. Asiikkk… Walaupun teman-teman expat udah ‘buka’ duluan, kita tetap khusyuk ngomeng sambil nunggu azan Maghrib. Nhae adalah orang yang sibuk bolak-balik nulis pesanan dan order ke petugas cafenya. Sekaligus Nhae dengan kreatifnya praktek bahasa Inggris sama abangnya, four ice tea, please.. abangnya kan bengong, bule bukan, sok-sok pake bahasa Inggris :p

IMG-20140719-WA008

IMG-20140719-WA003

'geragas' ngerebutin nacos dari Chris, wkwkwk

‘geragas’ ngerebutin nacos dari Chris, wkwkwk

And then, sesi poto-potoooo!!!

IMG-20140719-WA000

IMG-20140719-WA006

Sebelum melanjutkan dengan sesi ‘off-air’ dimana saya membahas pengembangan Ngomeng bersama anak-anak muda yang keren-keren dan bersemangat ini, ugly face duluuu…

IMG-20140719-WA010

Buat kamu-kamu yang di Jakarta atau sekitarnya yang tertarik untuk ikut kegiatan Ngomeng, pleas ejoin us at @ngomeng atau kirim email ke haramkelilingdunia@gmail.com yaa… Siapa tau pulang-pulang bisa dapet gebetan kayak gini, hihihi… 

Selamat ya guys :p

Selamat ya guys :p

Salam haram,

@enefwe