Kejutan dari Fukusuke

“Tau nggak, aku ngerasa datang ke pabrik ini kayak gift buat ulang tahunku”, sambil senyum-senyum aku berbisik pada temanku Siti sembari kami menikmati makan siang yang disajikan oleh pabrik tidak lama begitu kami datang. Ini adalah kali pertama bagiku dan Siti berkunjung ke Pabrik Jepang PT. Fukusuke Kogyo di Cikarang, Bekasi. Pemandangan bersih dan rapi langsung tersaji ketika kami menginjakkan kaki ke pabrik ini. Lebih terkesan lagi, aula yang dijadikan tempat berkumpul kami siang itu adalah lapangan badminton indoor yang disulap menjadi tempat acara yang keren. Ruangan itu terang namun tidak panas, nyaman sekali. Tikar yang digelar sudah dipadati oleh peserta yang siap untuk mendengarkan sharing-sharingku. Di bagian depan lebih wah lagi. Panggung dengan backdrop Haram Keliling Dunia, sofa, dan peralatan musik lengkap mejeng di depan. Aku merasa sangat senang dengan persiapan panitia yang sematang ini. Aku bilang sama Siti, sering kali aku harus bersusah payah menemukan tempat acara. Kali ini aku dijemput dan menemukan acara yang seakan-akan dibuat khusus buatku. Siti pun setuju denganku dan kami tertawa gembira karenanya.

Setengah jam setelah makan dan sholat, kami memulai kegiatan. Antusiasme peserta sudah terlihat dari awal. Bahkan 100% mengaku sudah pernah membaca buku Haram Keliling Dunia! Mantap!!! PT. Fukusuke memang mewajibkan karyawan barunya untuk membaca 3 dari 5 judul buku yang disiapkan dalam 3 bulan, dan buku HKD termasuk ke dalam salah satu judul yang diminati karyawan. Pabrik ini menyediakan setidaknya 20 buku HKD untuk dibaca secara bergilir oleh para karyawan. Luar biasa kan? setelah sharing tentang tips-tips penulisan, peserta menuliskan cerita mereka dalam waktu sekitar 15 menit untuk kemudian aku berikan saran untuk perbaikan. Beberapa tulisan kami pilih untuk dibacakan di depan, menarik sekali mendengarkan dan membaca cerita-cerita mereka.

65065_10153097116981252_107573393236875797_n

10991272_10204235888712162_8692806393940822541_n

11009164_10204235888112147_6375670946461619521_n

B94NNpcCcAIsKDo

B94NTXACMAA7sMh

Setelah sekitar 2,5 jam memfasilitasi kegiatan sharing tentang travelling dan belajar menulis, kami memutuskan untuk break sedikit lebih awal. Sambil peserta break, kami melakukan review pada tulisan-tulisan singkat yang telah dikumpulkan oleh para peserta. Hampir setengah jam berlalu, peserta tetap duduk-duduk di tikar sambil mendengarkan hiburan dari pemain band keren PT. Fukusuke. Aku dan Siti sibuk membaca sekitar empat puluh tulisan dan mereview secara cepat hingga kejadian menggemparkan itu tiba…

Beberapa cowok berkaos olahraga dan membawa perlengkapan badminton datang menemui kami, dan panitia tentunya. Tak kusangka, mereka melancarkan protes karena ternyata event ini mengganggu jadwal permainan dan kompetisi mereka. Protes berlangsung cukup keras, perdebatan terjadi. “Gimana dong, Pak, ini pemain sudah banyak yang menunggu di bawah. Acara ini udah terlalu lama!”, mas-mas berbadan besar terlihat tidak terima dengan event yang sedang berlangsung. Sementara penanggung jawab dari pihak panitia, Pak Marta, mulai terpancing emosi. “Iya, tapi ini udah dikoordinasikan. Hari ini lapangan ini punya gue!” Beberapa ibu juga beraksi melindungi event kami, ada yang membela bahwa event ini sudah sah, ada juga yang mengajak para pemuda itu untuk bicara diluar.

Waduh, kok tiba-tiba event yang mulus dan menakjubkan berubah menjadi genting… Aku ingin mencari win-win solution saja, jadi langsung nyeletuk “ya sudah mas, bisa nunggu sampai jam berapa?”, maksudku biar kami percepat saja acaranya. Tapi panitia menolak dan memintaku menyerahkan urusan ini ke mereka. Aku setuju, toh disini aku hanya tamu, pikirku. Sementara itu, pemain band tetap diminta meneruskan lagu-lagunya, yang ini agak membuatku bingung, kenapa mereka terus nyanyi, padahal sudah lewat dari waktu yang direncanakan dan semestinya aku sudah bisa masuk dan cepat-cepat menyelesaikan materi, namun katanya mereka masih harus nyanyi 2 lagu lagi!

Ya sudahlah, aku dan Siti mencoba kembali berkonsentrasi pada deretan tulisan yang meminta untuk dikomentari. Kulihat pintu gedung sudah tertutup. Aman, batinku. Ehh nggak berapa lama, si mas-mas berbadan subur datang lagi, lengkap dengan bala tentaranya, dan yang lebih error lagi, mereka bawa net dan mulai maksa untuk memasang net hingga ngusir-ngusirin peserta! Gubraggg… Ya Allah, baru pernah dalam sejarah aku ngisi acara, endingnya kacrut begini,  sesalku. Tim atlet itu kian agresif mendesak kami menutup acara saat itu juga. “Mbak kan tadi katanya sudah bisa cepat selesai, udah dong… udah dari tadi juga!” kata mas-mas yang agak kurusan. Aku minta waktu sampai jam 5, tapi mereka malah minta aku melakukannya di kantin, atau besok aja lagi! Haduuuhh… tuh mas-mas dengan bapak-bapak panitia udah kayak mau berantem beneran di dekat mejaku, aku udah deg-degan. Mati nih kalo sampe mereka pukul-pukulan di depanku.

Walaupun mencoba untuk tetap cool, mukaku mungkin sudah tegang sekali, hingga mas-mas atlet itu tiba-tiba pada menyalamiku dan bilang “maaf ya mba..” Aku bengong, hingga tersadar pemain band sudah menyanyikan lagu Jamrud “Hari ini.. hari yang kutunggu… bertambah satu tahun, usiamu.. bahagialah slaluuu…” Lalu dari sisi kiri ada yang membawa kue tart. ASTAGAAAAAA aku dikerjaiiinnnnn!!! Sontak aku dan Siti ketawa gak habis pikir dengan drama yang baru saja berlangsung. Aksi yang benar-benar sempurna, pelaku drama menjalankan perannya dengan sangat baik. Peserta yang tadinya ikut bingung karena diusir-usirin ikut-ikutan heboh merayakan ulang tahunku yang sebenarnya sudah dari 2 hari yang lalu. Aku diminta ke tengah-tengah untuk meniup lilin dan memotong kuenya sambil diiringi lagu ulang tahun.

B94NDZGCEAAR7JF

11008977_900245586673400_1527214317_n

B94OPFsCMAEcyo9-2

Sungguh aku nggak nyangka, dikerjain orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. kalau misalnya dikerjain sama teman-teman kantor atau sekolah pasti sudah biasa. Lha ini, semuanya baru kutemui pada hari itu, dan kejadiannya pas diletakkan ditengah-tengah aku serius menjadi pemateri. Betapa aku merasa dihargai dan disayangi, so sweet pokoknya🙂 Salut banget dengan apresiasi yang ditunjukkan oleh para karyawan-karyawati PT. Fukusuke ini. Diujung acara, kami berfoto dengan gaya-gaya gokil sampai cape aku nyengir hampir 1 jam, hehehe… Dalam perjalanan pulang, tak henti-henti aku dan Siti membahas kejadian ini. Kalimat yang kuucapkan diawal, bahwa datangnya aku kesini adalah gift untuk ulang tahunku, ternyata tak cukup hanya disitu. Gift yang sebenarnya sudah dipersiapkan oleh tim acara yang super kreatif dan sukses untuk masuk dalam list perayaan ulang tahun yang paling spesial dan berkesan dalam hidupku!

Jakarta, 16 Februari 2015

PS: Terima kasih PT. Fukusuke Kogyo, karyawan-karyawan hebatnya, dan Pak Sigit Sang Pemimpin yang menambah istimewa hari itu dengan sharing visi manajemennya yang ‘people-oriented’ (bukan ‘money-oriented’). Saya sangat-sangat terkesan, layanannya ‘paripurna’, dari dijemput sampai pulang excellent!🙂

Dan ini videonya saat niup lilin, thank you guys!!!😀

8 thoughts on “Kejutan dari Fukusuke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s