Nasi Bakar ala Parah Quinn

Seperti yang sudah kujanjikan, di bulan Ramadhan ini aku ingin bagi-bagi amal, yaitu bagi-bagi foto berwarna dari foto-foto yang ada di buku Haram Keliling Dunia. Foto kali ini kuambilkan dari kisah “Mengejar Semut di Seberang Lautan”.

Kutipan ceritanya dulu nih:

“Namun untuk mencapai level setaraf Farah Quinn itu, tentu tidak mudah. Ibarat orang belajar sepeda, pasti ada jatuh dulu kan… Nah, aku punya pengalaman dahsyat tentang belajar masak ini. Waktu itu aku belum punya rice cooker, jadi harus masak nasi di panci kecil dengan api dari kompor gas. Suatu siang di musim dingin, aku memasak nasi sendirian di apartemen yang memiliki dapur, ruang tamu dan satu kamar itu. Kebetulan Sya, flatmate-ku, sedang keluar. Setelah beras kumasukkan kedalam panci berisi air dan merebusnya, aku lalu tidur-tiduran di sofa di ruang tamu.

Tuuut.. tuuut… Halo, samelekom! bla bla bla… Aku menelpon keluargaku di rumah. Lama sudah tak menelpon, banyak yang kuceritakan kepada Bapakku, mulai dari keputusan pindah dari asrama ke flat, hingga membeli sepeda bekas. Begitu juga dengan Bapak, ia banyak bercerita dari musim kemarau sampai musim durian. Mungkin hampir satu jam kami ngobrol, kemudian aku matikan teleponku dengan senyum puas.

Lalu aku mulai menyadari ada sesuatu yang aneh. Ruangan tamuku kok penuh dengan asap ya? (Lemot mode on). Ya ampuuuuunnnn…!!!!! Nasikuuuu… Aku berlari ke dapur yang letaknya hanya 3 meter dari tempat aku tidur-tiduran tadi. Kulihat sekilas panci yang tadinga kinclong sudah berubah menjadi hitam legam. Kumatikan api kompor gasnya. Omaigot omaigot. Jangan sampai detektor asap menyala. Jangan sampai penghuni lain heboh. Jangan sampai ada yang membaui bau gosong ini. Dengan gugup kubuka jendela dapur selebar-lebarnya. Aku berlari menjejalkan lap kebawah pintu flatku supaya asap tidak tercium orang lain di flat itu. Degup jantungku sangat kencang, mukaku pucat. Apalagi saat aku melihat sebuah pemandangan yang menyeramkan. Tragis. Nasiku… Hiks, sudah tak putih lagi… Saking gosong dan kerasnya sampe bisa dikletek dari panci!”

gosong2

Hohoho.. itu dia Nasi Bakarku… penuh inovasi ya😀
Nantikan foto-foto berikutnya!

Salam haram,
@enefwe

7 thoughts on “Nasi Bakar ala Parah Quinn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s