Bertemu Paus

Dikampusku ada program favorit yang namanya study visit. Mahasiswa berhak memilih mau ke Negara mana dan mengunjungi institusi apa saja. Setelah gontok-gontokan sana sini, ada yang mau ke Budapest, ada yang mau ke Spanyol, ada yang mau ke Italia, macem-macem… ada juga yang pengen di Belanda aja, (jiahh mungkin dia udah bosen sama Eropa), akhirnya kelasku tercinta Children and Youth Studies memutuskan untuk mengunjungi Roma, Italia selama 5 hari. Kami mengagendakan kunjungan ke beberapa institusi terkenal seperti Don Bosco School, Italian Red Cross, WFP, dll.

Begitu sampai di Roma, wew.. aku agak norak.. senangnya poto-poto sama Paus, bukan ikan Paus, tapi Paus alias Pope yang gambarnya ada dimana-mana. Ada poto Paus mengangkat seorang anak kecil dengan tatapan kasih dengan pesan yang tertera dibawahnya kira-kira berbunyi begini “Saya telah mencarimu dan sekarang kamu datang padaku. Terima kasih”. Sebagai mahasiswa yang sedang belajar Development Studies tentang Children and Youth, kita langsung menganalisa, hmm.. ini kayaknya pesan anti KB dari si Paus.. agak bertentangan dengan pemahaman kami dimana setiap perempuan memiliki hak reproduksi, jadi ia berhak menentukan kapan dan bagaimana ia bereproduksi.

Gak usah diperpanjang masalah reproduksinya, ntar malah kuliah, hehehe… Intinya aku cukup excited dengan poto-poto Paus yang bertebaran di Roma ini. Kemudian aku ingat waktu itu, pada hari Rabu kami berkunjung ke Vatican, nah daerah kekuasaannya si Paus ini. Eeh di Vatican lagi rame banget, didepan gereja St. Peter’s Basilica itu ada ribuan orang berdesak-desakan. Eh napa ini, heboh amat, pikirku. Eh ternyata mau ada Paus. Eh beruntung amat nih bakalan liat Paus, pikirku lagi (Eh kok semuanya pake eh hehehe). Eh lagi, gimana caranya nih aku yang berbadan petite ini mau bersaing dengan ribuan orang ini melihat Paus dari dekat. Mungkinkah??

Aha, bukan aku namanya kalau langsung menyerah. Kelompok kami sudah berbencar, aku bertekad ingin melihat si Kakek. Kulihat para tentara pengaman yang ganteng-ganteng (gubrag bajunya aneh bin ajaib kayak es krim ngalah-ngalahin model fashion show) sedang membentuk lapisan barisan agar orang-orang bisa lebih jelas melihat Paus. Aku langsung maju cepat mendekati kearah mereka, aku menyelip-nyelip diantara orang banyak, wow justru badanku yang imyut ini mendukung pergerakanku. Maju terus, lagi dan lagi, akhirnya mentok, dan aku masih berada jauuhhh dari panggung utama. Gak ngaruh jeck! Hahaha…

Eits tunggu dulu, bukan aku namanya kalo gak selalu beruntung. Badanku terhenti didepan pembatas. Didepanku ruang kosong sekitar 2 meter kemudian baru ada kerumunan orang lagi. Hmm apa maksudnya nih… lalu kulihat dari layar besar, wooww ternyata si Paus sedang parade dengan mobil.

Wah wah, aku pengen jejingkrakan, orang Katolik aja jarang-jarang bisa liat Paus, hihihi… Kemudian gak lama setelah itu, kulihatlah mobil itu datang kearah dimana aku berdiri. Sebagai seorang yang berbakat jadi paparazzi, segera kupersiapkan kameraku baik-baik. Untung pake lensa yang nggak standar, jadi oke buat di zoom. Pengalaman super langka nih. Mobil Mercedesnya yang keren mendekat, wew.. pengawalnya banyak berjas-jas hitam. Si Paus beda sendiri karena berbaju putih dan paling tuwir, hehehe… diatas mobil terbuka itu dia tepe-tepe, dada-dada kayak Miss Universe gitu deh.. :p Orang-orang terpukau sambil teriak-teriak.. mungkin semacam zikir Allahu Akbar gitu kalo dalam Islam. Aku pengen teriak juga Pauuss! Pauuss! we love uuu.. Apa coba..? lo kira Justin Bibeh? Nah karena gak mungkin, jadi aku langsung sibuk jepret-jepret… klik klik klik…

Abis Paus melewati tempat itu, pagar pembatas dibuka, penonton boleh duduk. Aku ikutan duduk di kursi-kursi itu diantara ribuan orang lainnya. Ternyata apa coba? Khotbah bo! Si Paus khotbah pake bahasa asing, gak tau deh mungkin Italia, sorry ya kalo salah, soalnya roaming abis.

Aku liat sekelilingku, jiiiahhh… perasaan cuma aku yang pake jilbab duduk khusyuk begini, hihihi… lalu setelah menyerah, udah lama mendengarnya tapi gak ngerti-ngerti juga, aku keluar dari barisan itu mencari teman-temanku. Pas pulang, teman-temanku takjub dengan foto yang kuhasilkan. Hebat! Deket bangeett sama Pausss! Yaeyalah, Paus lewat depan gue, kataku sombong, hahaha…

18 thoughts on “Bertemu Paus

  1. Wow keren banget mbak, saya juga pengen lihat Paus tapi belom kesampaian ^^ beruntung nemu blog ini, bisa lihat foto-foto yang dijepret dari jarak dekat pula ^^
    Salam kenal ya mbak ^^

  2. weww feby kerennn…berbakat jg jd penulis…smoga sukses dg bukunya y…kl dah rilis boleh tuh satu…hehehe…. Btw knp judulnya haramkelilingdunia yak? bikin mupeng pdhl…;)

  3. Wuiiidiiihh hebat deh jeng feb…kapan bukunya release…kabari ya…nanti aq beli, tp inga inga….diskon sm temen hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s