LON and WIMBLE (DON)

Naahh sekarang tentang sebuah kota yang diimpi-impikan banyak orang untuk menjejakkan kaki disana.. London!!! Sebuah kota yang mengingatkanku pada bungkus snack Double Decker yang suka kulihat pada jaman aku masih kecil. Di London, aku melihat bis merah dua tingkat itu, yuhuu… keren banget…

London, an exciting city

Aku pergi bersama Kak Sokdah, seorang Kakak dari Malaysia, kenalanku pada saat aku sholat di Masjidil Haram tahun 2006 silam. Dengan bis eurolines, kami berangkat dari Den Haag, tempat tinggalku di Belanda pada malam hari, dan tiba di Stasiun Victoria pada pagi-pagi sekali keesokan harinya. Aku ingat, biaya perjalanan itu hanya sekitar 20 euro atau sekitar 240 ribu, murah banget kan… tapi biaya ngurus visanya yang mahal. Aku menghabiskan 10 kali lipatnya, atau sekitar 200 euro, gila emang. Padahal aku cuma mau jalan 2 malam di London sebelum memulai Europe trip ku bersama Kak Sokdah.

Kami menginap disebuah hostel bertarif murah, cuma 10 poundsterling di pinggiran kota London. Hostel yang cukup bagus. Walaupun malam-malam ada teman sekamar yang menangis tersedu-sedu, mungkin lagi galau putus cinta. Kami berjalan-jalan di pusat kota London, cukup puas dalam hari-hari yang singkat itu. Lumayanlah, kami bisa melihat Istana Buckingham, Parlemen Inggris dan Big Bennya yang terkenal, West Minster Abbey, Wimbley Stadion, Royal Albert Hall (tempat konsernya Siti Nurhaliza, my fav singer), nyobain Eye of London juga, bahkan ke Wimbledon.

Nah ngomong-ngomong tentang Wimbledon, waktu kami kesana itu pas sedang berlangsung acara final Wimbledon Tennis Championship. Kami pengen banget pergi kesana. Minimal melihat stadionnya, walaupun nggak masuk (bokek soalnya, hehehe). Apalagi dengan tiket unlimited Kota London yang kami beli, kami bisa kemana saja dalam ring itu. Dan kebetulan, Wimbledon masih dalam ring tiket kami. Wah, London didatangi banyak orang karena event dunia itu. Kereta menuju Wimbledon penuh sesak kayak kereta ekonomi Bogor. Uniknya, halte stasiun Wimbledon dihiasi dengan segala sesuatu berbau tennis. Lantainya aja dikasi karpet warna hijau, keren deh.

To and From Wimbledon Tennis

Dari situ, kami naik bus double decker yang sengaja dioperasikan untuk menjemput para pengunjung ke stadion tennis Wimbledon. Kami membayar masing-masing 2 poundsterling untuk naik bis ini.

Sesampainya di Wimbledon, kami langsung action. Berpoto-poto disetiap sudut yang menarik. Pengen masuk tapi bayarnya mahal. Mengingat perjalanan masih panjang, maka kami cukup berfoto-foto didepan bangunannya saja. Itu aja udah puas😀 Yang penting ada tulisannya, WIMBLEDON! Hehehe…

Setelah puas berfoto-foto, kami mencari jalan pulang, tapi sebelum itu, Kakak ingin sholat di Masjid London, yg tadi ada plang penunjuk jalannya didekat stasiun Wimbledon. Dia emang semangat banget untuk sholat di masjid-masjid di Eropa. Dari stasiun Wimbledon kami berjalan, mencari-cari masjid tersebut. Jalan dikota itu sungguh indah dengan rumah-rumah yang tertata rapi dikanan-kirinya. Agak jauh kami berjalan, kemudian kami menemukan taman yang cukup luas. Kami duduk disitu, diatas hamparan rumput hijau dibawah pepohonan sambil menyantap makan siang kami. Sepi sekali. Ingin bertanya tentang lokasi masjid, tapi nggak tahu mau bertanya kepada siapa, masa kepada rumput yang bergoyang :p

(Bersambung)

2 thoughts on “LON and WIMBLE (DON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s