Mission in Budapest (2)

Shock sama kelakuan om-om ekshibisionis, kami cepat-cepat berjalan menuju kolam diluar. Susah banget nemuin jalan keluarnya, seperti labirin. Bolak-balik kolam-kolam kecil lagi. Trus yang ada, kami salah masuk. Begitu aku buka sebuah pintu, huaaa aku melihat banyak orang hampir bugil dalam sebuah ruangan kecil berasap-asap. Hiiyy apa itu… (belum ngeh kalau itu yang namanya sauna). Setelah muter-muter lama baru kami berhasil keluar. Ohya, di Budapest nggak seperti di Holland dimana banyak orang bisa berbahasa Inggris. Makanya susahh kalau mau nanya apa-apa.

Image

Klik di gambar untuk melihat tempat pemandian terkenal di Budapest ini lebih jelas

Nah begitu sampai diluar.. wow… luasnya kolam pemandian, megah sekali. Ratusan orang ada disana. Laki perempuan tua muda. Kami masuk ke salah satu kolam luas yang ada pori-pori di dasar kolamnya, dan setiap beberapa menit sekali akan menyemburkan air dari lubang-lubang tersebut. Orang-orang akan berebut untuk berada disalah satu lubang untuk merasakan dorongan-dorongan air yang kuat itu, asik sekali. Dalam kolam itu, aku merasa banyak orang-orang memperhatikan kami. Wajar sih, wajah kita beda. Wajah doang sebenarnya gak ngaruh, tapi baju kami lebih ajaib lagi. Aku pake bergo dan long john, sementara temanku pake baju tidurnya. Beberapa orang mencoba berinteraksi dengan kami. Ada om-om yang mencoba mendekati kami, aku ngabur. Temanku ngabur ke pinggir. Trus ada suami istri ngajak ngobrol temanku. Suaminya doang sih yang ngomong, istrinya gak bisa bahasa Inggris. Mereka asik menanyai asal muasal kami terdampar di kolam itu. Aku sendiri lebih memilih menikmati kolam itu sambil mengamati sekitar. Bosen ngapung-ngapung gak jelas, aku iseng coba deketin cowo ganteng. Oke, di arah jam pukul 3, aku pura-pura hanyut ahh kearahnya. Udah mepet, ehh tiba-tiba cewenya datang, mereka beromantis ria. Nasiib..😥

Lagi manyun-manyun, tiba-tiba mataku menangkap dua sosok yang aku kenali. Hey.. kalian! Aku langsung cipika-cipiki sama mereka, dua teman kuliahku yang berasal dari Colombia (tempat Nazaruddin ngabur itu tuh). Sementara si Yecong asik ngobrol sama pasutri tadi di kolam yang tenang, aku dan dua teman Colombiaku main ke tengah. Ada kolam kecil berbentuk lingkaran yang dipenuhi anak-anak muda.  Kolam kecil itu lebih menantang karena bisa tiba-tiba berarus sangat kuat. Anak-anak muda berpegangan satu sama lain, berteriak keras sambil tertawa-tawa, berputar cepat jumpalitan mengelilingi kolam karena dorongan arus yang sangat kuat. Aku cuma mencoba satu putaran karena ngeri, itu juga aku memegangi pundak temanku. Setelah itu aku keluar kolam ‘hantu’ itu lalu main-main lagi di kolam tenang sambil menunggu arus dari lubang-lubang kecil saja. Dua cewe Colombia itu melanjutkan petualangan di kolam ‘hantu’.

Setelah puas berendam, aku mengajak yecong masuk lagi. Kita cobain sauna yuk, kataku. Yecong hooh aja. Ada beberapa kamar sauna disana. Beda-beda tipenya tapi aku nggak ngerti. Kita cobain aja satu-satu. Kamar kecil pertama yang kami masuki, panas..! berasap-asap..! melihat orang-orang duduk di kursi panjang itu, kami ikutan duduk. Bau keringat dan sesaknya huekkk.. Tapi dikuat-kuatin demi merasakan pengalaman sauna. Keringatku bercucuran. Aku liatin satu-satu orang-orang berpakaian hampir telanjang itu. Lha ternyata mereka juga ngeliatin aku. O MY GOD, aku baru nyadar kalo aku seperti alien disana.  Temanku alien juga, tapi nggak seheboh aku. Bayangin kamu ada di ruangan sauna yang panas, penuh dan sesak, berpakaian lengkap! Bergo, baju, celana. Plus bra n cd tentunya. I wore 5 pieces of clothes while they just wore 1 or at maximum 2! Tidak tahan dengan keanehanku, seorang ibu disampingku yang baru masuk sampe takjub.. mungkin ini pertama kalinya dia melihat orang aneh di kamar sauna. Dia tanya sambil melotot-lotot memperhatikanku (dengan iba), kamu nggak kepanasan pakai baju lengkap begini?? Aku jawab diplomatis, nggak bu, udah biasa.. kataku kalem sambil merasakan cucuran keringat deras dan menahan napas yang termegap-megap. Ibu itu tetap dengan tampang heran dan ibanya. Trus aku berbisik ke temanku, “Cong, keluar yuk, gw dah mau pingsan”. Hahaha…

Buru-buru kami keluar menghirup udara bebas, eh segar. Kami berjalan, kemudian aku melihat kamar sauna dengan judul lain. Rasa penasaranku timbul lagi, aku ajak yecong masuk kedalam. Buka pintu, sreett… ruangan kecil berasap-asap lagi.. Disini kursinya bukan kursi panjang seperti di ruangan sebelumnya, tapi agak lebar bertingkat-tingkat seperti di tribun. Cuma ada dua bapak-bapak gendut duduk jauh-jauhan, diam bengong didalamnya (ati-ati pak, ntar kesambet:p). Karena sepi, kali ini kami agak pede duduk merasakan uap panas di ruangan sempit itu, ah jadi ikutan bengong. Kenapa ya ruangan sauna tu gak nyediain TV atau alat karaoke gitu, jadi orang bisa ngalihin rasa panas daripada mesti liatin dinding doang atau ngeliatin tubuh orang lain atau lebih parah lagi ngeliatin merk underwear orang lain😀 gak beberapa lama, bapak-bapak yang lain mulai masuk. Wah daripada was-was menjadi bidadari di sarang harimau, kami cepat-cepat ngabur lagi.

Udah deh cong, cukup, kita udahan aja, kataku. Kami masuk ke kamar shower dan mengguyur diri dengan air bersih. Dengan baju yang sama membawa air yang menetes dari baju, kami berjalan berjingkat-jingkat menuju ruang ganti kayu tadi.

Tiba-tiba langkahku dihentikan oleh seorang ibu. Magiccc…! dia didepanku dan memandangiku terpaku dengan wajah bahagia. Kamu tau dia bilang apa??

‘Heyy… You look so beautiful. Whatt?? “Yeaa, this”. Tangannya menunjuk-nunjuk pakaianku. She likes the way I cover my body. Ooohh… so sweettt… (blushing)

*kemudian pulang, hari yang aneh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s