Mission in Budapest (1)

Setelah 5 hari berjalan-jalan di Praha dan Vienna, aku dan temanku tiba di Budapest, ibukota Hungaria yang terkenal sebagai salah satu kota tercantik di Eropa (silakan bayangkan pemandangan pertama di film Mission Impossible 3, yang ada sungai besar dan jembatannya, nah itu Budapest!). Turun dari bus, kami berjalan mencari hotel yang telah dipesan. Hampir 1 jam keliling dengan membawa tas yang cukup berat, barulah kami berhasil menemukan hotel yang letaknya agak tersembunyi itu. Lelah yang luar biasa, namun berganti menjadi senyum lebar ketika kami menemukan kawan-kawan satu kampus lainnya yang juga baru tiba di Budapest. Kami bercerita dengan semangat. Sementara satu kawanku tadi, si yecong (nama disamarkan:p), yang selalu bersamaku dari awal, sudah memisahkan diri, kirain kemana.. ternyata sudah tepe-tepe sama cowok ganteng dari InggrisšŸ˜‰ eksis banget dahā€¦

Keesokan harinya, kami menentukan rute jalan-jalan. Kami hanya punya satu hari full untuk jalan-jalan di Budapest. Aku mau yang simple aja, daripada nyasar ngabisin waktu, aku mau ikut ā€œfreeā€ walking tour (free nya dalam tanda petik karena ujung-ujungnya minta donasi juga :p) yang dikomandoi anak-anak muda Budapest. Yecong yang eksis tepe-tepe tadi selalu setia ikut rencanaku. Sementara teman-teman yang lain mau jalan-jalan sendiri tanpa ikut tour.

Pagi-pagi aku dan Yecong sudah berada di meeting point di pusat kota tempat menunggu si anak-anak muda seperti yang tertulis di brosur. Tampak beberapa orang lainnya juga menunggu malu-malu. Dalam setengah jam, kami berkumpul. 3 anak muda memimpin kami. Satu cowok bertopi tinggi berpakaian hitam dan dua cewek cantik, satu yang terlihat menonjol, doi pinter banget ngomongnya. Doi jelasin sejarah-sejarah Budapest dan bangunan-bangunannya dengan lugas dan menarik. Doi bilang Hungaria dalam sejarahnya adalah ā€œthe loserā€. Ikut perang apapun kalah. Pertama di perang dunia I ikut blok apa gitu, kalah. Belajar dari pengalaman, pada Perang Dunia II, ikut blok lain, eh kalah lagi, hahaha..

Si Abang yang mengguide kami ini memperbaiki susunan kubus dengan lihayy!!

Nah tapi katanya, sebenarnya orang Hungaria itu pintar-pintar. Ada 3 alasan yang kuingat. Satu, lihat aja bahasanya yang aneh bin ajaib, gak jelas akar bahasanya dari mana, betapa jeniusnya mereka bisa menguasai bahasa sesulit itu, wow..šŸ™‚ Kedua, tau gak permainan kubus yang diputer-puter beda warna itu? Nah, katanya permainan kubus itu orang sana yang nyiptain. Si abang yang penampilannya mengingatkanku pada orang yahudi itu langsung meminta peserta untuk mengacak kubus yang dibawanya. Setelah diputer-puter diremes-remes, kubus itu diutak-atik ma dia. Dan benar saja, mungkin kurang dari 10 menit kemudian, eng ing engā€¦ kubus itu rapi kembali. Tepuk tangaaannā€¦ Dan satu lagi, katanya nih, cukup banyak pemenang nobel berasal dari Hungaria. Dia sebutin satu-satu, tapi gak ada yang aku ingat. It means, sebenernya banyak orang pintar Hungaria, tapi kemudian tinggal di Negara-negara maju, sehingga Hungaria tetap sedikit ā€œterbelakang.ā€Kami berjalan mengikuti mereka menikmati pemandangan kota yang luar biasa menarik. Oh iya, kata Budapest itu berasal dari penyatuan dua kata Buda dan Pest. Sungai Danube adalah sungai utama di Hungaria. Disisi kanan dan kirinya ada wilayah Buda yang berbukit-bukit, dan Pest yang datar dan merupakan city center. Penyatuan Barat Buda dan Timur Pest menjadi satu kota Budapest pada tahun 1873 itulah yang dikenal hingga kini.

Image

Potret Chain bridge dari sisi Buda

Chain bridge, jembatan yang dihiasi dengan patung singa penjaga, menjadi icon terkenal Budapest yang menyatukan kedua wilayah tersebut. Menyusuri Chain bridge, kami berjalan santai (mereka yg santai maksudnya, kalo aku kan jalannya norak poto-poto, mpe ujung jembatan aku berada di jajaran terakhir, kbanyakan nyangkutnya sih :p) kemudian mulai mendaki wilayah Buda. Banyak yang dilihat disana, ada kastil, istana, fishermanā€™s bastion yang bangunannya seperti di Disneyland, dan lain-lain, asyik pokoknya. Sayangnya temanku wajahnya udah kayak orang gak makan seminggu, kuyu karena kecapean jalan, maklum faktor U, hihihiā€¦

Sorenya setelah walking tour itu, aku bertekad pergi ke Szechenyi (baca: Shenyi), tempat pemandian air panas pertama dan terkenal di bagian Pest. Yecong tetap komit mengikutiku. Baguslah, pikirku, biar agak segeran. Sore itu kami naik tram, turun di halte Szechenyi, kemudian jalan seperti anak ayam hilang mencari tempat pemandian itu. Naahh.. itu dia.. kami masuk, bayar di loket, kalau gak salah sekitar 10 euro untuk mandi tanpa layanan tambahan. Kami diberi gelang seperti gelang jam untuk masuk. Kemudian antri panjang sekali untuk bisa masuk kedalam. Mesin detector jamnya rusak lagi, terpaksa kami menunggu lama. Aku mulai khawatir kami nggak bisa berlama-lama didalam karena hari sudah mulai sore. Akhirnya kami masuk, berganti baju di dalam kamar pas kayu yang unik. Kunci kamarnya pakai kayu yang dibentangkan kayak kunci rumah jaman Brama Kumbara itu lho. Nih foto kamar gantinya, sayangnya aku gak foto dari dalam..

Image

Ruang gantinya nih..

Kemudianā€¦ kucuk-kucuk aku keluar kamar ganti baju. Kulihat temanku kayak pakai baju tiduršŸ˜€ wkwkwk.. duduullā€¦ Eh trus aku melihat diriku sndr, ishh, malu-maluin banget rasanya. Secara yah, aku berenang aja gak bisa, jadi gak punya baju renang. Mau pake bikini gak mungkin dong. Akhirnya pake apa coba? Pake long john! Itu baju daleman buat musim dinginšŸ˜€ kaosnya kan lengan panjang ketat gitu, celananya juga ketat dan agak pendek kayak legging 7/8. Trus pake bergo pendek. Dengan bodi rata, tipis and ringan kayak macbook Air ini (halah lebay:p), sumpe deh,Ā gak ada cakep-cakepnya!Ā Biar gak diliatin orang-orang saat berjalan, aku rasanya pengen bisa ngilang trus tiba-tiba nongol di kolam.

Kemudian kami cekikikan menuju kolam-kolam didalam bangunan besar itu. Cari kolam yang agak sepi aja Cin, kataku. Aha.. belum jauh berjalan, ada kolam yang agak sepi, kebanyakan ibu-ibu. Dengan malu-malu kami masuk ke dalam kolam. Ihiiyy.. panas ya.. (norak mode on). Setelah basah-basah, kami jalan ke kolam lain lagi, yang lebih panas, yang lebih dingin, yang lebih kecil, yang lebih gede… Gak mau rugi, semua dicobain..

Image

Salah satu kolam indoor yang kufoto curi-curi setelah jam tutup. Abis itu aku disuruh petugasnya keluar, hihihi...

Setelah puas berpindah-pindah kolam di dalam bangunan, aku mengajak yecong untuk pindah ke kolam di luar. Doi setuju aja. Kami melewati kolam yang didalamnya ada senam ibu-ibu sambil angkat-angkat barbell dalam air, hihihi lucu juga.. kemudian melewati kamar mandi shower berjejer untuk tempat bersih-bersih. Dengan baju basah kami jalan melewati orang-orang di kamar mandi itu. Aku liatin kamar mandinya, hey ada yang pintunya terbuka. Upsss! Hiiyy apa ituā€¦ kabur cinnā€¦ aku buru-buru menarik temanku. Apaan, katanya protes.Ā  Sereem, kataku. Damn, aku ngelihat pintu kamar mandi gak ditutup, ada om-om didalamnya tanpa CD memainkan burungnya! dan menghadap keluar (dan melihatku)!!! EKSHIBISIONIS PARAHH!!!

(bersambungā€¦)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s